Upacara penurunan bendera dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, ASN, organisasi masyarakat, pelajar, serta masyarakat umum.
Widget Artikel Samping
Bertindak sebagai komandan upacara sekaligus Danton Pasukan Penurunan adalah Muhammad Wahyudi, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Pamapta 3 SPKT Polres Aceh Besar. Sementara posisi Komandan Peleton 17 dipercayakan kepada Ahmad Syaugie, pelajar SMAN 1 Kota Jantho kelahiran Kota Jantho, 1 September 2009. Adapun Komandan Peleton 45 diisi oleh Khairul Mahfullah, pelajar MAS Ruhul Islam Anak Bangsa kelahiran Lhok Pawoh, 4 Februari 2010.
Prosesi penurunan Sang Merah Putih juga melibatkan Pasukan 8 yang terdiri atas Khandi Rayyandi (SMAN Modal Bangsa, lahir di Banda Aceh, 7 Maret 2010), Ridha Ussalihin (SMAN 1 Indrapuri, lahir di Aceh Besar, 21 Mei 2010), dan Muhammad Kanza Zakira (SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy, lahir di Sabang, 7 Maret 2010). Tugas pembawa baki dipercayakan kepada Cut Asyisyifa Asyara, pelajar SMAN 1 Darul Imarah kelahiran Bireuen, 14 Desember 2009.
Suasana menjadi hening ketika pasukan memasuki lapangan menuju tiang bendera. Dengan gerakan yang terukur dan disiplin tinggi, bendera berhasil diturunkan dengan sempurna dan diterima oleh pembawa baki untuk disimpan kembali.
Prosesi ini menjadi penutup rangkaian utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Aceh Besar. Anggota Paskibraka mendapatkan apresiasi atas keberhasilan mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sebagai representasi generasi muda Aceh Besar.
Upacara penurunan bendera ini sekaligus menjadi momentum untuk menghayati arti kemerdekaan, mengenang perjuangan pahlawan, serta memperkuat persatuan dan pengabdian dalam membangun masyarakat Aceh Besar.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News