Hari ke-11 Pasca Longsor dan Banjir Bandang di Aceh Tengah
ACEHINDEPENDENT.COM, TAKENGON – Jumat, 5 Desember 2025 telah memasuki hari ke-11 pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh. Khusus Aceh Tengah, tercatat 98 desa di tujuh kecamatan masih terkurung dan terisolir.
Dengan kondisi akses jalan yang terputus dan hanya mengandalkan jalur udara, menyulitkan upaya distribusi logistik. Menyikapi kondisi ini, pemerintah mengambil kebijakan strategis untuk membagikan bantuan pangan dan bantuan bencana secara menyeluruh ke seluruh wilayah Aceh Tengah, termasuk untuk wilayah terisolir.
Informasi yang diperoleh acehindependent.com, Pemkab setempat berupaya mengatasi kepanikan masyarakat, dengan mempercepat penyaluran bantuan pangan.
Bantuan pangan yang berasal dari Perum Bulog Aceh Tengah didistribusikan melalui jalur resmi pemerintah. Proses penyaluran dilakukan oleh camat, danramil, kapolsek, serta aparatur kampung, guna memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
“Kita bantu masyarakat yang menjadi korban bencana, yang masih terisolir, serta yang terdampak akibat bencana. Bantuan ini untuk seluruh masyarakat Aceh Tengah. Kami mohon masyarakat tetap tabah dan bersabar. Pemerintah berusaha mendistribusikan bantuan yang ada untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak”, kata Bupati Aceh Tengah Haili Yoga kepada camat dan reje se-Kecamatan Lut Tawar, Jumat (05/12/2025).
Proses pendistribusian dikawal penuh oleh unsur Forkopimda Aceh Tengah guna memastikan jalannya penyaluran bantuan berlangsung aman, tertib, dan merata. Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Muchsin Hasan, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, Kepala Perum Bulog Kancab Takengon, Eru Purnomo, dan Camat Lut Tawar.
Pemkab Aceh Tengah memastikan tidak ada masyarakat yang terabaikan dalam masa tanggap darurat ini. Distribusi bantuan akan terus dioptimalkan sambil menunggu akses jalan kembali pulih. []






