Puncak prestasi tim ini diraih dalam kategori Safety Innovation Competition (SIC), di mana Rafi Athallah, Riska Muliani, dan Muhammad Faizil berhasil menyabet Juara 1.
Widget Artikel Samping
“ErgoSense merupakan sistem pemantauan ergonomi berbasis wearable yang kami rancang untuk mendeteksi risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja industri secara real-time,” jelas Ketua tim, Rafi.
Tidak berhenti di sana, Rafi Athallah dan Ariel Sucipto kembali mengharumkan nama universitas melalui dua cabang kompetisi lainnya. Pada Green Manufacturing Competition (GMC), keduanya meraih Juara 1 berkat inovasi “ECOGREEN”, yaitu bata beton ramah lingkungan berbahan limbah pertanian dan kelautan yang dilengkapi teknologi self-healing untuk konstruksi berkelanjutan.
Dalam ajang Industrial Business Plan Competition (IBPC), tim yang dipimpin oleh Ariel Sucipto kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 3.
“AQUA-SHIELD AI adalah solusi cerdas yang kami kembangkan berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi sistem desalinasi air bersih,” ungkap Ariel.
Prestasi ini menjadi bukti nyata kompetensi dan daya saing mahasiswa USK dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan industri. Keberhasilan dalam tiga kategori sekaligus di ajang INFINITY 2026 ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan solusi atas tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News