Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, Suasana Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh, Minggu (6/9), terasa berbeda. Sejumlah calon jamaah haji mulai memenuhi tempat pelaksanaan manasik dengan membawa harapan dan semangat untuk mempersiapkan diri menuju Tanah Suci.
Bagi mereka, perjalanan menuju Baitullah bukan hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga pengetahuan, mental, dan pemahaman mengenai rangkaian penyelenggaraan ibadah haji.
Di tengah suasana tersebut, seorang pemuda berdiri di depan peserta dengan mikrofon di tangannya. Dengan suara yang tenang dan komunikatif, ia mengawal jalannya acara dari awal hingga sesi materi. Pemuda itu adalah Ari Maulana, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Ari dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) sekaligus moderator dalam Pembukaan Manasik Haji KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al-Hujjaj Tahun 2027 M/1448 H di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Banda Aceh.
Kepercayaan tersebut tidak datang begitu saja. Ari telah memiliki pengalaman memandu puluhan kegiatan, baik di lingkungan kampus maupun di berbagai forum di luar kampus. Pengalaman tersebut menjadi modal baginya untuk mengelola suasana acara, membangun komunikasi dengan peserta, serta memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan susunan acara.
Bagi Ari, peran tersebut bukan sekadar menjalankan tugas sebagai MC dan moderator. Kesempatan itu menjadi ruang untuk mengaplikasikan kemampuan komunikasi yang selama ini dipelajari sekaligus terus mengasah kemampuan berbicara di depan publik dalam forum yang melibatkan tokoh organisasi, narasumber, pembimbing, dan para calon jamaah haji.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Hj. Ashraf, S.P., M.Si., Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh. Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, H. A. Malik Musa, S.H., M.Hum., bersama jajaran pimpinan dan pengurus Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah Aceh.
Kehadiran para pimpinan tersebut turut memberikan makna penting bagi pelaksanaan manasik. Pembinaan calon jamaah haji tidak hanya diarahkan pada pemahaman teknis ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan jamaah agar memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai sebelum menjalani seluruh rangkaian perjalanan haji.
Pada pertemuan perdana, para peserta mendapatkan materi “Dinamika dan Tata Kelola Penyelenggaraan Haji Masa Kini” yang disampaikan oleh Drs. H. Arijal, M.Si., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh.
Sebagai moderator, Ari mengarahkan jalannya sesi materi dan dialog antara narasumber dengan peserta. Pembahasan mencakup berbagai aspek penyelenggaraan haji, mulai dari kebijakan dan regulasi, sistem pelayanan jamaah, mekanisme kuota dan keberangkatan, peran KBIHU, alur pelayanan, hingga berbagai tantangan penyelenggaraan haji di era saat ini.
Materi tersebut juga memberikan pemahaman kepada calon jamaah mengenai pentingnya mengetahui hak dan kewajiban selama mengikuti proses penyelenggaraan ibadah haji. Dengan pemahaman tersebut, jamaah diharapkan tidak hanya siap secara spiritual, tetapi juga mampu mengikuti setiap tahapan perjalanan dengan tertib dan mandiri.
Bagi Ari, berada di depan forum dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Ia melihat kesempatan menjadi MC dan moderator sebagai bagian dari proses belajar yang tidak selalu diperoleh di ruang perkuliahan.
“Saya sangat senang dan bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi MC sekaligus moderator dalam kegiatan ini. Bagi saya, kepercayaan ini bukan hanya sebuah amanah untuk memandu acara, tetapi juga menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk terus meningkatkan kemampuan public speaking. Setiap kali berada di depan forum, saya selalu mendapatkan pelajaran baru, baik dalam mengelola suasana, menyampaikan informasi, maupun membangun komunikasi dengan berbagai karakter audiens,” ujar Ari.
Ia mengatakan pengalaman memandu berbagai kegiatan selama ini membuatnya semakin memahami bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukan hanya mengenai bagaimana seseorang mampu berbicara dengan baik, tetapi juga bagaimana pesan dapat disampaikan secara jelas, tepat, dan mampu membangun hubungan dengan audiens.
“Menurut saya, public speaking itu bukan sekadar berbicara di depan banyak orang. Ada tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan dapat dipahami dan suasana forum tetap terarah. Karena itu, setiap kesempatan menjadi MC atau moderator selalu saya jadikan ruang untuk belajar dan mengevaluasi diri,” kata Ari.
Sebagai mahasiswa yang menempuh dua bidang keilmuan, hukum dan komunikasi, Ari melihat pengalaman tersebut memiliki keterkaitan dengan proses pengembangan dirinya. Ilmu hukum membentuk kemampuan berpikir kritis dan sistematis, sementara ilmu komunikasi membantunya memahami bagaimana menyampaikan gagasan kepada publik secara efektif.
Pengalaman di berbagai forum pun menjadi bagian dari proses membangun kemampuan tersebut. Dari satu panggung ke panggung lainnya, Ari terus belajar mengendalikan rasa gugup, membaca situasi, memilih bahasa yang tepat, serta menjaga komunikasi agar tetap profesional.
Sementara itu, bagi 20 calon jamaah haji yang mengikuti manasik perdana, pertemuan tersebut menjadi awal dari rangkaian persiapan menuju perjalanan yang telah lama dinantikan. Setiap materi menjadi bekal, setiap penjelasan menjadi pemahaman, dan setiap latihan menjadi bagian dari kesiapan menuju Tanah Suci.
Dari Masjid Taqwa Muhammadiyah, langkah itu pun dimulai.
Bukan hanya langkah seorang mahasiswa yang kembali mendapatkan pengalaman baru di balik mikrofon, tetapi juga langkah 20 calon jamaah yang membawa satu harapan yang sama: dapat menunaikan ibadah haji dengan sebaik-baiknya dan kembali sebagai pribadi yang lebih baik.
Perjalanan menuju Baitullah mungkin masih panjang. Namun, setiap perjalanan besar selalu dimulai dari satu langkah pertama.
Dan pada hari itu, langkah tersebut dimulai dengan ilmu, persiapan, doa, dan keyakinan.
Bismillah, perjalanan menuju Baitullah dimulai.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






