Afdhal Buka Pameran Karya Siswa dan Guru Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, secara resmi membuka Pameran Hasil Karya Siswa dan Guru Kota Banda Aceh dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda). Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  BANDA ACEH — Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, secara resmi membuka Pameran Hasil Karya Siswa dan Guru Kota Banda Aceh dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda). Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Bustanul Salatin, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026).

Pameran yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh itu menjadi ruang bagi para siswa dan guru untuk menunjukkan berbagai hasil kreativitas, inovasi, serta karya yang lahir dari proses pembelajaran di sekolah.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Beragam karya yang ditampilkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap capaian warga pendidikan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana proses pembelajaran dapat mendorong peserta didik untuk lebih aktif, kreatif, dan berani menuangkan gagasan dalam bentuk karya nyata.

Dalam momentum peringatan Hardikda tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh menilai bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam ruang kelas. Peserta didik juga perlu diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan, mengembangkan kreativitas, mengenali potensi diri, sekaligus memperoleh ruang untuk menunjukkan hasil dari proses belajar yang telah mereka jalani.

Karena itu, pameran karya tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang memberikan ruang lebih luas kepada siswa maupun guru untuk berkarya dan berinovasi.

Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kota Banda Aceh.

Salah satu bentuk kolaborasi yang mendapat perhatian adalah kerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation melalui program Inspirasi Karakter Orisinal Nusantara (IKON) dan Program Guru Berdaya.

Melalui Program IKON, para siswa didorong untuk menggali kreativitas, karakter, budaya, serta potensi yang ada dalam diri mereka. Proses tersebut diharapkan dapat melahirkan karya-karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan identitas, nilai budaya, dan kekayaan Nusantara.

Program tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melihat lingkungan dan budaya di sekitarnya sebagai sumber inspirasi dalam menghasilkan karya.

Sementara itu, Program Guru Berdaya diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi para guru. Guru didorong untuk terus mengembangkan kemampuan diri serta menghadirkan proses pembelajaran yang inovatif, relevan dengan kebutuhan peserta didik, dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa.

Peran guru dalam ekosistem pendidikan dinilai sangat penting karena guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu peserta didik menemukan potensi, membangun karakter, serta mengembangkan kemampuan berpikir dan berkreasi.

Kehadiran berbagai karya siswa dan guru dalam pameran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan memiliki ruang yang luas untuk berkembang melalui kreativitas dan kolaborasi.

Pemerintah Kota Banda Aceh berharap berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang telah berjalan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, siswa, dunia usaha maupun lembaga yang memiliki perhatian terhadap pendidikan diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Melalui penguatan tersebut, Banda Aceh diharapkan mampu melahirkan generasi peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga kreatif, berkarakter, memiliki kemampuan inovasi, serta mampu mengenali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Di sisi lain, penguatan kapasitas guru diharapkan semakin mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Pameran dalam rangka Hardikda ini pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya dapat dilihat dari angka dan capaian akademik, tetapi juga dari keberanian siswa dan guru untuk menciptakan sesuatu, berinovasi, serta menunjukkan hasil pembelajaran dalam bentuk karya yang dapat diapresiasi masyarakat.

Dengan semangat tersebut, peringatan Hardikda di Kota Banda Aceh diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas, kreatif, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan masa depan.(**)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait