Beruang Madu Diduga Amuk Kandang Warga Abdya, 14 Ekor Kambing Mati dalam Semalam

Belasan kambing milik warga Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Abdya, ditemukan mati mengenaskan diduga akibat serangan beruang madu. Warga berharap pemerintah dan BKSDA segera turun tangan menangani kemunculan satwa liar di sekitar permukiman.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

ACEH BARAT DAYA – Warga Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), digemparkan dengan peristiwa matinya 14 ekor kambing milik seorang warga dalam satu malam. Ternak milik Ubat A (38) itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka cakaran di hampir seluruh tubuh, yang diduga kuat akibat serangan beruang madu.

Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Senin malam. Namun, pemilik ternak baru mengetahui kejadian itu pada pagi harinya ketika hendak memeriksa kambing-kambing peliharaannya di kandang.

Bacaan Lainnya

Suasana duka dan kepanikan langsung menyelimuti keluarga korban. Belasan kambing yang selama ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi Ubat ditemukan mati berserakan dengan kondisi yang memprihatinkan. Beberapa bangkai terlihat mengalami luka robek dan bekas cakaran tajam di bagian tubuh.

Keuchik Gampong Kuta Bak Drien, Zulkifli YS, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari kondisi bangkai ternak, kuat dugaan serangan dilakukan oleh beruang madu yang turun dari kawasan perbukitan di sekitar permukiman warga.

“Dari kondisi bangkai, hampir seluruh tubuh kambing terdapat bekas cakaran yang diduga kuat merupakan serangan beruang,” ujar Zulkifli di Blangpidie, Selasa (19/5/2026).

Ia mengatakan, kejadian itu membuat warga setempat resah dan mulai khawatir, terutama masyarakat yang juga memelihara ternak di sekitar kawasan gampong. Pasalnya, kemunculan satwa liar di dekat permukiman bukan kali pertama terjadi, namun kali ini dampaknya sangat besar karena menyebabkan kerugian cukup banyak.

Menurut Zulkifli, letak Gampong Kuta Bak Drien yang berada dekat kawasan perkebunan dan perbukitan memungkinkan satwa liar seperti beruang madu turun mencari makan ke area pemukiman warga. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman serius apabila tidak segera ditangani oleh pihak terkait.

“Warga sekarang takut melepas ternaknya di sekitar kebun atau kandang terbuka. Kami khawatir kejadian serupa kembali terjadi, bahkan bisa mengancam keselamatan masyarakat,” katanya.

Ia pun mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat kandang ternak agar lebih kokoh dan tertutup, terutama pada malam hari. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan beruang di sekitar desa.

“Kami minta peternak memperkuat kandang ternak agar lebih aman, serta segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan beruang di sekitar permukiman,” imbaunya.

Akibat serangan tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Bagi Ubat, kehilangan 14 ekor kambing bukan sekadar kehilangan hewan ternak, melainkan juga hilangnya harapan ekonomi keluarga.

Zulkifli menyebutkan, Ubat merupakan warga kurang mampu yang sehari-hari bekerja serabutan. Usaha beternak kambing selama ini menjadi penopang tambahan ekonomi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Korban ini warga sederhana. Beternak kambing menjadi usaha sampingan untuk membantu ekonomi keluarga. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah maupun para dermawan agar beliau bisa kembali memulai usahanya,” ucap Zulkifli.

Pihak gampong juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera turun tangan melakukan penanganan di lokasi. Warga berharap petugas dapat melacak keberadaan satwa liar tersebut agar tidak kembali memangsa ternak maupun membahayakan masyarakat.

“Kami berharap BKSDA segera turun ke lokasi untuk melacak keberadaan beruang. Jika tidak segera diatasi, ini berpotensi membahayakan masyarakat dan ternak warga,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antara manusia dan satwa liar masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Aceh yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Diperlukan langkah penanganan cepat dan solusi jangka panjang agar keselamatan warga tetap terjaga tanpa mengganggu habitat satwa dilindungi tersebut.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait