Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, dalam pembukaan Aceh Economic Forum (AEF) yang berlangsung di Kantor BI Aceh, Banda Aceh, Rabu (19/8).
Widget Artikel Samping
Hertha menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan, terutama melalui rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian yang terdampak bencana. Upaya ini dinilai krusial agar target sasaran inflasi nasional dapat tercapai.
“Untuk mencapai tingkat inflasi tersebut, tentunya diperlukan sinergi dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Aceh, khususnya dalam memperkuat koordinasi kebijakan dalam menjaga kestabilan harga pangan, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif,” ujar Hertha.
Ia menjelaskan bahwa Bank Indonesia KPw Aceh telah menyiapkan dan menjalankan sejumlah langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di antaranya asesmen perekonomian dengan menyusun analisis berkala mengenai kondisi ekonomi daerah, mendorong investasi melalui Regional Investor Relations Unit (RIRU), pengembangan ekspor dan UMKM lewat pendampingan serta capacity building, hingga menjaga kelancaran sistem pembayaran dan daya beli masyarakat.
Melalui gelaran Aceh Economic Forum Agustus 2026 ini, BI Aceh berharap dapat merumuskan strategi konkret dalam mempercepat rehabilitasi perekonomian daerah, khususnya sektor-sektor produktif pascabencana.
“Pemaparan dari para narasumber diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam upaya kita bersama untuk saling membantu, mendorong perekonomian Aceh agar lebih cepat pulih, makmur, dan sejahtera,” tutupnya.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News