BI dan TNI AL Layarkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke Pulau-Pulau Terpencil Aceh

BI dan TNI AL Layarkan Ekspedisi Rupiah
Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Lantamal Sabang, Kamis (18/6/2026). Melalui KRI Tuna-876, tim ekspedisi akan mendistribusikan uang Rupiah layak edar dan memberikan layanan kas keliling ke sejumlah pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Aceh sebagai upaya menjaga kedaulatan ekonomi dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

ACEH INDEPENDENT, SABANG – BI dan TNI AL Layarkan Ekspedisi Rupiah, Komitmen menjaga kedaulatan negara tidak hanya dilakukan melalui pertahanan wilayah, tetapi juga melalui penguatan kedaulatan ekonomi. Hal inilah yang kembali ditegaskan melalui sinergi antara Bank Indonesia (BI) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang resmi dilepas dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) Sabang, Kamis (18/6/2026).

Program yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar. Melalui ekspedisi tersebut, Bank Indonesia tidak hanya mendistribusikan uang Rupiah ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, tetapi juga memberikan layanan penukaran uang rusak, lusuh, cacat, maupun tidak layak edar kepada masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya
Ads

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan bahwa keberadaan uang Rupiah yang berkualitas dan tersedia dalam jumlah cukup merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional hingga ke pelosok negeri.

Menurutnya, amanat tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang menegaskan tugas Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan serta kualitas uang Rupiah yang beredar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melalui layanan kas keliling 3T, masyarakat dapat menukarkan uang yang sudah tidak layak edar dengan uang Rupiah yang baru dan berkualitas. Ini penting untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terpencil,” ujarnya.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan dalam proses distribusi uang. Ribuan pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke memerlukan dukungan sarana transportasi yang andal agar distribusi uang dapat berjalan efektif dan tepat waktu.

Dalam konteks inilah sinergi antara Bank Indonesia dan TNI AL menjadi sangat strategis. TNI AL yang memiliki armada laut dan pengalaman menjangkau wilayah-wilayah perbatasan mampu mendukung tugas Bank Indonesia dalam mendistribusikan Rupiah ke daerah-daerah yang sulit dijangkau transportasi umum.

Kolaborasi tersebut juga mencerminkan kesamaan misi kedua lembaga dalam menjaga kedaulatan bangsa. Jika TNI AL menjaga kedaulatan negara melalui kekuatan pertahanan laut, maka Bank Indonesia menjaga kedaulatan ekonomi melalui keberadaan dan penggunaan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Semangat itu diwujudkan melalui slogan “Bela Negara Tanpa Senjata”, yakni ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia. Penggunaan mata uang nasional secara konsisten dinilai menjadi salah satu bentuk nyata menjaga martabat dan kedaulatan bangsa. Rekor Pertemuan dan Sejarah Belanda vs Swedia

Ekspedisi Rupiah Berdaulat sendiri bukan program baru. Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2012, sinergi Bank Indonesia dan TNI AL telah menghasilkan berbagai capaian penting. Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 150 kegiatan kas keliling 3T telah dilaksanakan dan menjangkau 766 pulau terpencil di berbagai wilayah Indonesia.

Pada tahun ini, cakupan layanan semakin diperluas. Bank Indonesia dan TNI AL menargetkan pelaksanaan 19 kegiatan kas keliling di 19 provinsi yang akan menjangkau sedikitnya 97 pulau di seluruh Indonesia.

Khusus untuk Provinsi Aceh, ekspedisi yang dilepas dari Sabang ini menjadi kegiatan ke-10 sepanjang tahun 2026. Tim ekspedisi akan berlayar selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 Juni 2026, menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tuna-876.

Selama pelayaran tersebut, tim akan mengunjungi lima wilayah kepulauan yang masuk kategori 3T, yakni Pulau Weh di Kota Sabang, Pulau Breuh dan Pulau Nasi di Kabupaten Aceh Besar, Kepulauan Simeulue, serta Kepulauan Banyak di Kabupaten Aceh Singkil.

Kehadiran tim kas keliling di pulau-pulau tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan akses layanan keuangan bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memperoleh uang layak edar maupun layanan penukaran uang.

Menariknya, pada pelaksanaan ERB tahun 2026 ini, Bank Indonesia juga meningkatkan jumlah persediaan uang Rupiah layak edar yang dibawa dalam ekspedisi. Jumlah uang yang disiapkan meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat di wilayah kepulauan.

Peningkatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat layanan kas kepada masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung keberhasilan program Ekspedisi Rupiah Berdaulat. Dukungan lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan distribusi uang berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. Live Update Jadwal, Hasil, dan Klasemen Terbaru

Pelepasan ERB 2026 di Sabang turut dihadiri Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Beny Okta Tutuarima, Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Sadimin, Komandan KRI Tuna-876 Letkol Laut (P) Rahadian Nur Bramantyo, perwakilan Markas Besar TNI AL, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh dan Kota Sabang.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bank Indonesia dan TNI AL berharap kehadiran negara semakin dirasakan oleh masyarakat di pulau-pulau terluar Aceh. Tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang, program ini juga menjadi simbol kuat bahwa Rupiah tetap hadir sebagai perekat persatuan, penggerak ekonomi, dan lambang kedaulatan bangsa hingga ke batas terluar Indonesia.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait