Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat berbagi pengalaman memimpin perubahan di lingkungan pemerintahan daerah kepada peserta Pelatihan Administrator Kepemimpinan (PKA) Angkatan I Tahun 2026, Senin, 10 Agustus 2026.
Widget Artikel Samping
Dalam ceramah bertajuk “Manajemen Perubahan Sektor Publik: Best Practice Memimpin Perubahan di Pemerintah Kota Banda Aceh” yang diselenggarakan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) LAN RI tersebut, Illiza membedah sejumlah praktik perubahan yang dikembangkan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
Di hadapan peserta PKA dari Aceh dan Sumatera Utara, Illiza memaparkan praktik perubahan Pemko Banda Aceh mulai dari reformasi pengelolaan sampah berbasis kolaborasi hingga inovasi pelayanan publik seperti PUSING, Hari Yatim, DITSEN, SALEUM, payment gateway, e-Kinerja, e-Disiplin, hingga DigDoc. Ia menegaskan bahwa inovasi harus masuk ke dalam sistem dan budaya kerja organisasi agar manfaatnya berkelanjutan.
Selain transformasi birokrasi, Illiza mengangkat pengalaman Banda Aceh mengembangkan potensi lokal melalui program “Banda Aceh Kota Parfum” guna mendorong hilirisasi minyak nilam, UMKM, dan industri kreatif lewat Banda Aceh Academy. Ia juga menekankan pentingnya peran pejabat administrator sebagai penggerak perubahan dengan memperkuat kapasitas kepemimpinan transformasional, organisasi pembelajar, jejaring, dan komunikasi efektif.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News