ACEH BESAR – Duka mendalam menyelimuti keluarga kecil Fahreza (9), bocah asal Gampong Dayah Caleu, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus dan ombak di kawasan Pantai Pulau Kapok, Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Setelah tiga hari dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026) pagi.
Penemuan Fahreza mengakhiri harapan panjang keluarga yang selama beberapa hari terus menanti kabar baik di tengah kecemasan dan doa yang tak putus-putus. Bocah malang itu ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan tebing berbatu dekat Cafe Maha Corner, Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, atau tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hilang.
Informasi penemuan pertama kali beredar melalui laporan unsur relawan komunikasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Besar yang terlibat dalam membantu proses pencarian dan koordinasi di lapangan. Lokasi ditemukannya korban berada di area pesisir berbatu yang cukup sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan.
Humas Basarnas Banda Aceh, Nadia, membenarkan kabar ditemukannya Fahreza setelah operasi pencarian memasuki hari ketiga atau H+3. Menurutnya, sejak laporan kehilangan diterima, tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai unsur untuk melakukan pencarian maksimal, baik melalui penyisiran laut maupun darat di sepanjang bibir pantai sekitar lokasi kejadian.
“Korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian dan langsung dievakuasi oleh tim gabungan,” demikian informasi yang disampaikan pihak Basarnas.
Selama proses pencarian berlangsung, sejumlah unsur terlibat aktif dalam operasi kemanusiaan tersebut, mulai dari Basarnas, personel TNI/Polri, RAPI, relawan kebencanaan, aparat gampong, hingga masyarakat sekitar yang ikut membantu melakukan pemantauan di sepanjang pesisir Lhoknga dan Lampuuk.
Peristiwa tragis ini bermula saat Fahreza dilaporkan terseret arus dan ombak ketika bermain di kawasan Pantai Pulau Kapok. Kondisi ombak laut yang cukup kuat diduga menyebabkan korban terseret arus sehingga menghilang dari pantauan keluarga maupun warga di sekitar lokasi.
Pantai Lhoknga dan Lampuuk sendiri dikenal memiliki panorama indah yang kerap menjadi tujuan wisata masyarakat, terutama saat hari libur. Namun di balik keindahan tersebut, kawasan pantai ini juga memiliki karakter ombak yang cukup besar pada waktu tertentu sehingga membutuhkan kewaspadaan tinggi, khususnya bagi anak-anak yang bermain di bibir pantai tanpa pengawasan ketat.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Fahreza langsung dibawa menuju rumah duka di Gampong Dayah Caleu, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Musibah ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pesisir, terutama dalam mengawasi anak-anak ketika bermain di dekat laut.
Duka atas kepergian Fahreza turut dirasakan masyarakat luas. Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai pihak, berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan menghadapi musibah tersebut.(**)






