Pada kesempatan itu, Zayadinur menegaskan MTQ tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi harus menjadi sarana membangun kecintaan dan penghayatan terhadap Al-Qur’an.
Widget Artikel Samping
“MTQ ini bukan sekadar panggung perlombaan, tetapi sebagai ajang penghayatan dalam membaca Al-Qur’an bagi anak-anak generasi penerus, sekaligus menjaga tradisi dan mempersiapkan masa depan,” ujar Zayadinur.
Ia berharap pelaksanaan MTQ dapat terus ditingkatkan setiap tahun sehingga memberikan dampak nyata dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan Qur’ani.
“Kami berharap pelaksanaan MTQ terus ditingkatkan setiap tahunnya. Jangan hanya menjadi simbol atau seremonial belaka, tetapi sebisa mungkin melalui MTQ ini kita dapat mewujudkan SDM unggul, profesional dan Qur’ani menuju manusia yang bermarwah, maju dan sejahtera,” katanya.
Zayadinur juga mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan masjid dan tempat ibadah sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Pembukaan MTQ tersebut turut dihadiri Imuem Mukim Lhoknga Firdaus ST, perwakilan Polsek dan Koramil 03 Lhoknga, Imum Chik Masjid Al-Ishlah Lhoknga Tgk Ismairi, Abi Wahid, tokoh masyarakat, serta para keuchik dari empat gampong, yakni Gampong Mon Ikeun, Weu Raya, Lampaya, dan Gampong Meunasah Baro.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News