Curacao Ukir Sejarah

Warga Kanada Menyesalkan Piala Dunia 2026

ACEH INDEPENDENT – Kiper Curacao, Eloy Room, tampil luar biasa saat menahan gempuran Ekuador dan membantu negaranya meraih hasil imbang 0-0 pada laga Grup E Piala Dunia 2026, Sabtu (20/6). Penampilan gemilang tersebut mengantarkan Curacao meraih poin pertama dalam sejarah partisipasi mereka di ajang Piala Dunia.

Room mencatatkan 15 penyelamatan sepanjang pertandingan, jumlah terbanyak yang pernah dibuat seorang kiper dalam laga 90 menit di sejarah Piala Dunia. Catatan itu hanya kalah dari rekor kiper Amerika Serikat, Tim Howard, yang melakukan 16 penyelamatan saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 yang berlangsung hingga perpanjangan waktu.

Bacaan Lainnya
Ads

Kiper berusia 37 tahun itu sudah menunjukkan ketangguhannya sejak awal pertandingan. Baru dua menit laga berjalan, ia menggagalkan peluang emas penyerang Ekuador, Enner Valencia, dari jarak dekat. Sepanjang laga, Room terus menjadi tembok kokoh bagi Curacao, termasuk saat menepis tembakan keras John Yeboah dari luar kotak penalti pada menit ke-41 dan sundulan Valencia di babak kedua.

“Saya tidak memikirkan rekor itu selama pertandingan,” kata Room kepada wartawan sambil bercanda bahwa dirinya sedikit kesal karena gagal menyamai catatan Tim Howard. Ia menegaskan hasil imbang tersebut merupakan kerja keras seluruh tim.

Penampilan Room mendapat pujian dari kiper Ekuador, Hernan Galindez, yang menyebut laga tersebut sebagai penampilan terbaik dalam karier sang penjaga gawang.

Momen Bersejarah bagi Curacao

Curacao menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia, dengan jumlah penduduk sekitar 156.000 jiwa. Raihan satu poin melawan Ekuador menjadi tonggak sejarah bagi negara Karibia tersebut.

Sebelumnya, Room juga pernah menjadi pahlawan negaranya saat membantu Curacao meraih kemenangan perdana di Piala Emas CONCACAF 2019 melawan Honduras dengan mencatat lebih dari selusin penyelamatan.

Lahir di Belanda dekat perbatasan Jerman, Room memilih membela Curacao melalui garis keturunan ayahnya. Dalam wawancara dengan FIFA awal tahun ini, ia mengaku selalu bermimpi tampil di Piala Dunia bersama Curacao sejak kecil. Kesempatan itu datang ketika legenda Belanda Patrick Kluivert menghubunginya pada 2015 untuk bergabung dengan tim nasional.

Dampak penampilannya juga terasa di media sosial. Jumlah pengikut akun Instagram Room melonjak dari kurang dari 100 ribu menjadi sekitar 700 ribu setelah pertandingan melawan Ekuador.

Saat ini Room bermain untuk klub Miami FC di USL Championship Amerika Serikat. Sepanjang kariernya ia juga pernah memperkuat Vitesse Arnhem, Columbus Crew, dan PSV Eindhoven.

Raja Sehari untuk Curacao

Pertandingan tersebut turut disaksikan Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima. Setelah peluit panjang berbunyi, suasana perayaan pun pecah di kubu Curacao.

Room mengungkapkan bahwa keluarga kerajaan Belanda ikut menari bersama para pemain di ruang ganti. Bahkan, menurutnya, sang ratu memberikan ciuman sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian bersejarah tersebut.

“Curacao! Kita mendapatkan satu poin! Ini sejarah!” teriak seorang jurnalis asal Karibia di tribun pers setelah pertandingan berakhir.

Pelatih Curacao, Dick Advocaat, sebelumnya berseloroh bahwa timnya mungkin membutuhkan Ekuador bermain dengan empat pemain lebih sedikit untuk bisa menang. Namun pada akhirnya, satu sosok bernama Eloy Room sudah cukup untuk membawa Curacao menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait