Mading Gampong Cut Langien Disulap Jadi Ruang Edukasi Hukum oleh Mahasiswa KKN USK

Sebuah mading sederhana di lingkungan Kantor Geuchik Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, kini memiliki wajah berbeda. Warna-warni poster menghiasi papan informasi tersebut. Namun, yang ditawarkan bukan sekadar tampilan baru, melainkan pengetahuan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, PIDIE JAYA – Sebuah mading sederhana di lingkungan Kantor Geuchik Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, kini memiliki wajah berbeda. Warna-warni poster menghiasi papan informasi tersebut. Namun, yang ditawarkan bukan sekadar tampilan baru, melainkan pengetahuan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pada Senin (3/8/2026), mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX menyulap mading Gampong Cut Langien menjadi media edukasi hukum bagi masyarakat. Sejumlah poster dengan tampilan visual yang menarik ditempatkan pada mading tersebut dengan mengangkat empat tema penting, yakni hukum kebencanaan, bahaya bullying, cara menangkal hoaks, serta bahaya penyalahgunaan narkoba.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11, Ari Maulana, menjelaskan bahwa ide ini berawal dari keinginan menghadirkan edukasi yang mudah diakses tanpa harus melalui sosialisasi formal. Melalui mading di ruang publik kantor geuchik, masyarakat dapat berhenti sejenak untuk membaca dan menyerap pengetahuan baru di sela-sela aktivitas mereka.

Anak-anak menjadi salah satu sasaran utama dalam program ini, terutama melalui poster edukasi anti-bullying agar mereka memahami bahwa tindakan mengejek atau menyakiti teman adalah hal yang salah. Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan pada cara menangkal hoaks, mengenali bahaya narkoba, serta memahami pentingnya mitigasi dan hukum kebencanaan.

Inisiatif kreatif ini mendapatkan apresiasi langsung dari Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Sayuthi, S.P., M.P. Kehadiran mading edukatif ini dinilai mampu memberikan alternatif bacaan ringan namun sarat akan pesan moral yang bermanfaat bagi warga gampong.

Lebih dari itu, program pengabdian ini juga selaras dengan pencapaian SDGs Desa, khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Desa Berkualitas dan poin ke-16 mengenai Desa Damai Berkeadilan. Melalui langkah sederhana ini, kesadaran hukum dan literasi informasi di tingkat gampong dapat terus diperkuat.

Mading di Kantor Geuchik Gampong Cut Langien kini tidak lagi sekadar papan pengumuman biasa. Tempat tersebut telah bertransformasi menjadi ruang publik yang terbuka, di mana pesan-pesan penting tentang keselamatan, hukum, dan kehidupan bermasyarakat dapat diakses oleh siapa saja.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait