Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, BENER MERIAH – Komandan Kodim (Dandim) 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto angkat bicara terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan Tribun Gayo, Bustami, saat melakukan peliputan terhadap sejumlah siswa SD yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terjadi di Puskesmas Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (2/9/2026).
Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Arh Febry Adyanto mengatakan, persoalan yang terjadi antara anggota TNI dan wartawan tersebut merupakan kesalahpahaman dan miskomunikasi di lapangan.
Menurutnya, situasi saat itu cukup panik karena petugas medis sedang menangani sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
“Ini hanya kesalahpahaman di lapangan. Namun, kejadian hari ini menjadi pelajaran penting bagi kami ke depan. Semoga menjadi silaturahmi yang baik lagi dengan teman-teman wartawan,” kata Febry kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan personel TNI di Puskesmas Lampahan dalam penanganan siswa bukan untuk menghalangi kerja jurnalistik. Personel TNI, kata dia, ikut membantu proses penanganan karena lokasi puskesmas berdekatan dengan Koramil Timang Gajah.
“Tugas kita membantu. Jadi ini murni kesalahpahaman. Tidak ada membedakan, tidak ada diskriminasi dan tidak ingin ada intimidasi di lapangan,” ujarnya.
Terkait persoalan dengan Bustami, Febry mengatakan pihaknya telah mempertemukan wartawan tersebut dengan anggota TNI yang terlibat dalam kejadian.
Pertemuan tersebut berlangsung di salah satu kafe di kawasan Lampahan. Pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Bener Meriah, **Riswandika Putra, serta Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setdakab Bener Meriah, Samusi Purnawira Dade.
Dalam pertemuan tersebut, persoalan yang terjadi di lapangan diluruskan dan diselesaikan secara kekeluargaan. Dandim menyebut kedua belah pihak telah berdamai dan berharap kejadian tersebut tidak mengganggu hubungan baik antara TNI dan insan pers.
“Hari ini juga kita sudah pertemukan rekan kita Bustami dengan anggota kami. Jadi sudah berdamai. Harapannya ke depan bisa lebih baik tanpa ada ketersinggungan satu sama lain,” katanya.
PWI Berharap Ada Evaluasi
Sementara itu, Ketua PWI Bener Meriah, Mashuri, berharap persoalan tersebut menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Mashuri juga berharap Dandim 0119/Bener Meriah dapat memberikan tindakan atau sanksi sesuai ketentuan internal terhadap oknum anggota TNI yang melarang wartawan melakukan peliputan.
“Harapan kami, apabila memang ada anggota yang melakukan pelarangan terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik, dapat diberikan pembinaan atau sanksi sesuai aturan yang berlaku. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali di Bener Meriah,” ujar Mashuri.
Menurutnya, wartawan memiliki tugas untuk mendapatkan informasi dan memberitakan peristiwa kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi antara aparat dan insan pers perlu terus dijaga agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
Di sisi lain, Mashuri mengapresiasi respons cepat Dandim Bener Meriah yang langsung memanggil dan mempertemukan wartawan dengan anggota TNI yang terlibat dalam persoalan tersebut.
“Kami mengapresiasi Dandim yang sigap memanggil wartawan dan meluruskan persoalan yang terjadi. Langkah seperti ini penting untuk menjaga hubungan baik antara TNI dan insan pers,” katanya.
Mashuri berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama sehingga kerja jurnalistik di lapangan dapat berjalan dengan baik, sementara aparat tetap dapat menjalankan tugas pengamanan dan membantu masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan insan pers dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.[]
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






