Rombongan FDM disambut hangat dalam suasana penuh kekeluargaan. Pertemuan tersebut menjadi ruang pembelajaran berharga, di mana para dai muda mendapatkan arahan langsung tentang pentingnya menghadirkan dakwah yang membumi dan dirasakan oleh masyarakat.
Widget Artikel Samping
Ketua Umum Forum Dai Milenial, H. Akbar Miswari, S.Sos., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi pengingat penting bahwa dakwah tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus dihidupkan dalam realitas sosial.
“Kami ingin membangun generasi dai yang tidak hanya kuat dalam retorika, tetapi juga hadir dengan aksi nyata di tengah masyarakat. Dakwah harus mampu menjawab kebutuhan umat dan memberikan solusi yang dirasakan langsung,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa FDM terus mendorong para dai muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai dakwah.
Dalam kesempatan tersebut, Tgk. Muhammad Yusuf Nasir (Abiya Jeunieb) menekankan pentingnya transformasi dakwah dari sekadar penyampaian menjadi pengamalan.
“Dakwah bil qaul (dengan lisan) nyan kabiasa, beuneutem pubut dakwah bil hal (dengan perbuatan) dan qudwah (dengan keteladanan). Terjun ke lapangan dan rasakan keluh kesah masyarakat. Bersosial dan membantu yang kurang mampu,” pesannya.
Petuah tersebut menjadi penegasan bahwa dakwah yang sejati adalah dakwah yang hadir dalam kehidupan masyarakat, melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, dan keteladanan yang bisa dirasakan langsung.
Kunjungan ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Rihlah Mahabbah FDM, yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menguatkan kesadaran bahwa masa depan dakwah berada pada generasi yang mampu menggabungkan antara lisan, tindakan, dan keteladanan.
Melalui kegiatan ini, Forum Dai Milenial berharap para dai muda mampu menghadirkan dakwah yang lebih membumi, menyentuh, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News