Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Banda Aceh, Faisal, S.STP sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap penguatan kemitraan dan pengembangan dunia usaha.
Widget Artikel Samping
Faisal menyampaikan bahwa Perintis Berdaya Connect Aceh Business Matching menjadi langkah strategi untuk mempertemukan UMKM dengan dunia usaha guna membuka peluang kemitraan, akses pasar, dan kerja sama yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menghasilkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi perkembangan UMKM di Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Kepala DPMPTSP Banda Aceh, Mohd. Ichsan, S.STP., M.Si mengatakan kegiatan Business Matching diikuti oleh 21 pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan 13 Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) khususnya dari sektor perhotelan dan kesehatan.
Lebih lanjut, Ichsan menyebutkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempertemukan pengusaha UMKM dengan PMDN, sekaligus membuka peluang kerja sama dan kemitraan usaha yang lebih luas.
Sementara itu, Zubaidah, SE., MM selaku perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada DPMPTSP Banda Aceh atas dukungan dan kolaborasi yang telah diberikan sehingga pelaksanaan Perintis Berdaya Connect Aceh Business Matching dapat berjalan dengan lancar.
Dari kegiatan tersebut, tercatat 13 Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha.
Zubaidah berharap, kolaborasi antara DPMPTSP Banda Aceh dan Kemenko PM ini dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mendorong UMKM lokal naik kelas, memperluas akses kemitraan, serta menciptakan ekosistem investasi dan dunia usaha yang semakin kuat di Kota Banda Aceh.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News