Keduanya mengusung proposal riset berjudul “Memutus Rantai Kepatuhan Semu: Implementasi Self-Determination Theory untuk Membangun Motivasi Intrinsik Santri Pesantren.” Penelitian ini mengangkat persoalan motivasi siswa dalam menjalankan kedisiplinan dan kepatuhan di lingkungan pesantren.
Widget Artikel Samping
Melalui riset tersebut, tim berupaya mengkaji bagaimana motivasi intrinsik dapat dibangun agar kepatuhan siswa tidak semata-mata didorong oleh aturan, pengawasan, atau sanksi, tetapi tumbuh dari kesadaran diri dan kemauan pribadi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan *Self-Determination Theory* (SDT), sebuah teori motivasi yang menekankan pentingnya dorongan internal dalam membentuk perilaku seseorang. Dalam konteks pendidikan pesantren, pendekatan ini relevan untuk memperkuat kedisiplinan yang berakar pada kesadaran, tanggung jawab, dan pembentukan karakter.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan Ustaz Khairi Fadhli, S.Pd., M.Ag., selaku guru pembimbing, serta dukungan Ustaz Ataillah, S.Ag., Kepala MAS Darul Ihsan, bersama seluruh keluarga besar Dayah Darul Ihsan.
Lolosnya penelitian ini ke dalam 30 besar nasional menjadi pencapaian tersendiri bagi madrasah. Selain menunjukkan kemampuan siswa dalam bidang penelitian, karya tersebut juga memperlihatkan upaya menghadirkan kajian ilmiah yang dekat dengan kehidupan dan tantangan pendidikan pesantren.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan budaya literasi, berpikir kritis, dan berani menuangkan gagasan melalui penelitian ilmiah.
Keluarga besar Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee berharap perjalanan tim riset ini dapat berlanjut dengan hasil terbaik pada tahapan OMI berikutnya. Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi madrasah untuk terus mengembangkan potensi siswa dalam bidang akademik, riset, dan inovasi pendidikan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News