Gebrakan Posyandu Aceh Besar Buat Ibu Dan Anak

Gebrakan Posyandu Aceh Besar Buat Ibu Dan Anak
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Aceh Besar memberikan vitamin A kepada seorang balita saat kegiatan pelayanan Posyandu di Gampong Keureuweung Krueng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (5/8/2026). foto/ist
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, KOTA JANTHO – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Ajakan tersebut disampaikan Hj. Rita Mayasari saat menyambangi kegiatan Posyandu di Gampong Keureuweung Krueng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Rabu (5/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Posyandu sebagai salah satu garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Dalam kunjungannya, Hj. Rita Mayasari berinteraksi langsung dengan para kader Posyandu, ibu-ibu yang membawa anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu. Ia mengapresiasi peran kader yang selama ini secara konsisten memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat di tingkat gampong.

Menurutnya, keberadaan Posyandu memiliki posisi strategis karena menjadi tempat yang dekat dengan masyarakat. Selain pelayanan kesehatan, Posyandu juga berperan dalam memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola hidup sehat, pemenuhan gizi, tumbuh kembang anak, serta pentingnya menjaga kesehatan ibu sejak masa kehamilan.

“Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, kita harus bersama-sama mendukung dan memperkuat Posyandu agar pelayanan kepada ibu dan anak semakin baik,” ujar Hj. Rita Mayasari.

Ia menegaskan, peningkatan kualitas layanan Posyandu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, serta dukungan aktif masyarakat dan keluarga.
“Tidak mungkin kita bekerja sendiri. Semua elemen harus berkolaborasi. Kader memiliki peran penting, tenaga kesehatan juga penting, pemerintah gampong dan keluarga juga harus ikut mendukung. Kalau semua bergerak bersama, insyaallah pelayanan kesehatan ibu dan anak akan semakin optimal,” katanya.

Hj. Rita juga mengingatkan agar masyarakat, khususnya para orang tua, memanfaatkan pelayanan Posyandu secara rutin. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dilakukan secara berkala sehingga apabila ditemukan persoalan kesehatan atau gangguan pertumbuhan dapat segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan anak. Orang tua juga diharapkan tidak hanya membawa anak ke Posyandu ketika mengalami masalah kesehatan, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas keluarga.
“Jangan menunggu anak sakit baru datang ke Posyandu. Datang secara rutin, pantau tumbuh kembang anak, konsultasikan dengan kader maupun tenaga kesehatan jika ada hal yang perlu ditanyakan. Dengan pemantauan sejak dini, kita bisa mengetahui kondisi anak dan mengambil langkah yang tepat,” ungkapnya.

Selain kesehatan anak, ia turut menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan ibu, mulai dari masa kehamilan, persalinan hingga masa setelah melahirkan. Menurutnya, kesehatan ibu sangat berkaitan erat dengan kesehatan dan kualitas tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Rita Mayasari juga memberikan motivasi kepada para kader Posyandu agar terus meningkatkan kapasitas dan semangat dalam menjalankan tugas. Ia menilai kader merupakan bagian penting dalam menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat.

“Kepada para kader, teruslah semangat. Apa yang dilakukan mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi masyarakat. Kader adalah orang-orang yang paling dekat dengan keluarga dan mengetahui kondisi masyarakat di lingkungannya,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan Posyandu di Kecamatan Kuta Cot Glie dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin berkualitas. Dukungan sarana, peningkatan kapasitas kader, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan perlu terus diperkuat agar Posyandu mampu menjalankan fungsinya secara maksimal.

Hj. Rita menambahkan, upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Anak-anak yang sehat dan tumbuh optimal akan menjadi generasi penerus yang memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah.

“Yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk masa depan. Ketika ibu sehat, anak sehat, tumbuh kembangnya baik, maka kita sedang menyiapkan generasi Aceh Besar yang lebih berkualitas. Mari kita jadikan Posyandu sebagai ruang bersama untuk menjaga kesehatan keluarga,” pungkasnya.

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Tim Pembina Posyandu Aceh Besar mendorong agar Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga secara berkelanjutan.(**)

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait