Sosok di balik kesuksesan event ini adalah M Jeryan Musa, seorang musisi sekaligus Promotor Event Organizer (EO) Kota Sabang. Di bawah kepemimpinannya, Geulayang Tunang Fest menjelma menjadi wadah ekspresi budaya, promosi pariwisata, serta penggerak ekonomi kreatif masyarakat lokal.
Widget Artikel Samping
Tahun ini kita ingin menunjukkan bahwa Sabang punya potensi besar, bukan hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga sebagai pusat kegiatan budaya dan seni kreatif. Geulayang Tunang Fest bukan sekadar festival, tapi gerakan bersama untuk kebangkitan industri event lokal,” ujar Jeryan Musa di sela-sela acara.
Sebagai pengurus PAPPRI Sabang dan personel band From Zero, Jeryan membawa nuansa kekinian tanpa meninggalkan nilai tradisi. Program-program festival dirancang untuk menggugah keterlibatan generasi muda, pelaku UMKM, seniman lokal, hingga pemerintah daerah.
Acara ini turut mendapat dukungan langsung dari Bunda Cut Yulita Darwin, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Sabang, yang hadir dan aktif mendampingi berbagai rangkaian kegiatan. Kehadirannya menandakan komitmen kuat dari kalangan perempuan dalam mendukung sektor kreatif dan pariwisata daerah.
Kami melihat Geulayang Tunang Fest sebagai momentum penting untuk mendorong generasi muda Sabang tampil percaya diri dengan budaya dan karya mereka. Ini bukan hanya hiburan, ini pembangunan karakter,” ungkap Cut Yulita Darwin.
Sebagai kelanjutan dari semangat kolaboratif ini, akan digelar pula Kuah Beulangong Fest pada Juli 2025 mendatang. Event kuliner khas Aceh ini dipromotori oleh M Alvin, yang akan menghadirkan suasana kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah Kota Sabang.
Acara tersebut diharapkan menjadi simbol solidaritas serta pelestarian budaya masak-memasak bersama yang menjadi kekuatan komunitas Aceh.
Geulayang Tunang Fest 2025 menyedot ribuan pengunjung sejak pagi hari. Berbagai pertunjukan, dari musik, tarian daerah, hingga bazar UMKM, mewarnai suasana penuh antusiasme dan kekeluargaan.
Di tengah tantangan zaman, Sabang hari ini menunjukkan wajah optimisnya: kreatif, inklusif, dan siap menjadi barometer baru geliat budaya dan ekonomi kreatif di Indonesia bagian barat.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News