Upacara ini diikuti unsur Forkopimda Aceh, pimpinan DPR Aceh, pejabat SKPA, ASN, hingga pelajar SMA dan SMK, yang bersama-sama hadir untuk mengenang makna sakral Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Widget Artikel Samping
Dalam amanatnya, Syakir menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga falsafah hidup yang merekatkan kebinekaan Indonesia. Khusus bagi Aceh, kata dia, Pancasila menyatu erat dengan nilai adat, kearifan lokal, dan syariat Islam.
โBagi kita di Aceh, Pancasila tidak hanya sebagai dasar konstitusional, tapi juga hadir dalam nilai-nilai adat dan syariat yang kita junjung bersama,โ ujar Syakir.
Dengan mengusung tema โPancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya,โ Syakir mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Pancasila sebagai panduan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan mengutamakan musyawarah. Ia menyebut, nilai-nilai tersebut menjadi pondasi penting dalam melanjutkan pembangunan Aceh.
Lebih jauh, ia menyinggung upaya Pemerintah Aceh dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, penguatan infrastruktur, hingga pengembangan ekonomi berbasis syariah. Harapannya, langkah ini mampu menekan angka kemiskinan sekaligus membuka peluang kerja lebih luas.
Syakir juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan ini sebagai momentum memperkuat rasa cinta tanah air.
โHari Kesaktian Pancasila bukan hanya untuk mengenang perjuangan para pendahulu. Lebih dari itu, ini adalah pengingat bagi kita semua untuk menyiapkan generasi mendatang agar tumbuh dengan karakter Pancasila yang kokoh, penuh cinta tanah air, dan siap membangun Indonesia,โ pungkasnya. []
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News