Illiza Ajak Mahasiswa USK Perkuat Karakter dan Jadi Penggerak Perubahan

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengajak mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat karakter, akhlak Islami, dan jiwa kepemimpinan sebagai bekal untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengajak mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat karakter, akhlak Islami, dan jiwa kepemimpinan sebagai bekal untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri kegiatan Subuh Education Part II dengan tema “Pembinaan Karakter Mahasiswa Universitas Syiah Kuala” di Masjid Jamik Darussalam USK, Banda Aceh, pada Ahad, 20 September 2026, bakda salat subuh. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas, di antaranya Teknik, FISIP, FMIPA, dan Hukum.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK Dr. Rina Suryani Oktari, jajaran Forkopimda, pimpinan fakultas, pengurus masjid, serta civitas akademika USK.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Illiza mengingatkan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat mengasah kemampuan akademik, melainkan wadah krusial untuk menempa integritas, moral, dan kepemimpinan.

Menurutnya, peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan menuntut keseimbangan antara kecakapan intelektual dan kekuatan moral, terlebih di tengah dinamika sosial serta era digital saat ini.

“Mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat, akhlak yang baik, dan jiwa kepemimpinan. Ilmu yang dimiliki harus mampu memberikan manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat,” ujar Illiza.

Selain itu, ia berpesan agar mahasiswa senantiasa memanfaatkan ruang digital secara bijak untuk hal-hal yang produktif, memperluas jejaring, serta melahirkan karya nyata.

Illiza juga menegaskan bahwa pembentukan karakter generasi muda memerlukan kolaborasi dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah, pihak kampus, keluarga, tokoh agama, hingga masyarakat luas.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi dengan kampus, orang tua, ulama, dan masyarakat dalam membina generasi muda kita,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah menilai pentingnya ruang-rung pelatihan keagamaan seperti Subuh Education guna membangun kesadaran moral generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Program Pendidikan Subuh sendiri merupakan inisiatif UPT Pendidikan Agama dan Pembinaan Karakter di bawah naungan UP3AI USK yang mencakup salat berjemaah, pembacaan Al-Qur’an, pelatihan keislaman, serta penanaman nilai disiplin dan kebersamaan.

Melalui sinergi yang kuat antara Pemko Banda Aceh dan Universitas Syiah Kuala, pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, berintegritas, serta siap membangun kota dan bangsa.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait