Ketua KIP Aceh Dorong Literasi Kepemiluan Lewat Bedah Buku “Matematika Pemilu”

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Agusni AH, S.E., mendorong penguatan literasi kepemiluan melalui ruang-ruang diskusi akademis yang membahas sistem, data hingga mekanisme konversi suara menjadi kursi. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Lhokseumawe – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Agusni AH, S.E., mendorong penguatan literasi kepemiluan melalui ruang-ruang diskusi akademis yang membahas sistem, data hingga mekanisme konversi suara menjadi kursi.

Hal itu disampaikan Agusni saat memberikan sambutan pada kegiatan Bedah Buku Seri I bertema “Matematika Pemilu: Desain Wasted Vote pada Pemilu Indonesia” yang digelar KIP Kota Lhokseumawe, Senin (21/9).

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Menurut Agusni, pemilu tidak hanya berkaitan dengan proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS), tetapi juga menyangkut bagaimana suara pemilih dihitung, direkapitulasi hingga dikonversikan menjadi kursi sesuai sistem dan metode yang berlaku.

“Berbicara tentang pemilu sesungguhnya juga berbicara tentang angka. Namun, angka dalam pemilu bukan sekadar angka statistik. Di balik setiap angka terdapat suara manusia dan di balik setiap suara terdapat kehendak pemilih,” ujarnya.

Ia menilai, tema wasted vote dalam buku tersebut penting dikaji karena mengajak publik melihat pemilu dari perspektif hubungan antara suara yang diberikan pemilih dengan keterwakilan yang dihasilkan.

Dalam konteks tertentu, wasted vote merujuk pada suara yang tidak terkonversi menjadi kursi. Karena itu, menurut Agusni, pembahasannya perlu dilakukan secara akademis dan berbasis data agar dapat memberikan pemahaman objektif mengenai hubungan antara sistem pemilu, perolehan suara dan distribusi kursi.

Agusni menjelaskan, besarnya suara yang tidak terkonversi menjadi kursi tidak berdiri sendiri. Sejumlah variabel dalam desain pemilu turut memengaruhinya, antara lain besaran daerah pemilihan, jumlah kursi, ambang batas, metode konversi suara menjadi kursi serta sebaran suara peserta pemilu.

“Memahami desain pemilu berarti juga memahami bagaimana sebuah sistem menerjemahkan suara pemilih menjadi keterwakilan politik,” katanya.

Ia menambahkan, bagi penyelenggara pemilu, pemahaman terhadap matematika pemilu merupakan bagian dari upaya memperkuat profesionalitas, transparansi dan integritas dalam penyelenggaraan pemilu.

Penyelenggara, kata dia, tidak cukup hanya memahami tahapan pemilu secara administratif, tetapi juga perlu memahami logika, metode dan konsekuensi dari mekanisme yang digunakan dalam proses pemilu.

Agusni juga menekankan pentingnya peningkatan literasi kepemiluan di tengah masyarakat. Menurutnya, demokrasi tidak hanya membutuhkan masyarakat yang datang ke TPS dan menggunakan hak pilih, tetapi juga masyarakat yang memahami bagaimana suara mereka bekerja di dalam sistem pemilu.

Ia berharap Bedah Buku Seri I dapat menjadi awal bagi lahirnya diskusi-diskusi kepemiluan lainnya yang mempertemukan penyelenggara pemilu, akademisi, mahasiswa, media dan masyarakat.

“Demokrasi tidak hanya tumbuh dari banyaknya suara yang diberikan, tetapi juga dari pengetahuan yang memadai tentang bagaimana suara tersebut diterjemahkan menjadi keterwakilan,” ujar Agusni.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU RI, Idham Holik, sebagai keynote speaker, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, S.Fil.I., M.A., selaku penulis sekaligus narasumber.

Diskusi juga menghadirkan Wakil Ketua KIP Aceh Iskandar Agani, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KIP Kota Lhokseumawe T. Marbawi, serta Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh Dr. H. Mohd. Heikal, S.E., M.M. sebagai panelis.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor KIP Kota Lhokseumawe dan diikuti penyelenggara pemilu dari KIP kabupaten/kota se-Aceh, jajaran KPU se-Indonesia, Panwaslih, akademisi, mahasiswa, pemerhati kepemiluan serta peserta secara daring.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait