Seperti di lansir Kompas.com, Militer Israel mengeklaim, serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata Hamas. Meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS memasuki fase kedua awal bulan ini, kekerasan di wilayah Palestina terus berlanjut.
Widget Artikel Samping
Israel dan Hamas pun saling menuduh melanggar perjanjian tersebut.
Serangan terbaru ini terjadi setelah Israel mengumumkan akan membuka kembali penyeberangan Rafah yang penting antara Gaza dan Mesir pada Minggu (1/2/2026) secara terbatas.
Jumlah korban tewas sejak Subuh hari ini telah meningkat menjadi 32 orang, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan,” kata juru bicara badan pertahanan sipil, Mahmud Bassal.
“Apartemen tempat tinggal, tenda, tempat penampungan, dan kantor polisi menjadi sasaran, yang mengakibatkan bencana kemanusiaan ini,” sambungnya.
Sebuah unit di gedung apartemen di lingkungan Rimal, Kota Gaza, hancur total.
“Tiga gadis meninggal saat sedang tidur. Kami menemukan jasad mereka di jalan,” kata Samer al-Atbash, seorang kerabat keluarga.
“Gencatan senjata apa yang kau bicarakan? Semua orang saling menipu,” tambah Nael al-Atbash, kerabat lainnya.
Salah satu serangan menghantam kantor polisi di distrik Sheikh Radwan di Kota Gaza, pusat kota terbesar di wilayah tersebut.
Direktorat Jenderal Kepolisian Gaza mengatakan, tujuh orang tewas dalam serangan itu, termasuk empat petugas polisi wanita.
“Korban tewas termasuk petugas dan personel kepolisian serta warga sipil yang berada di kantor polisi pada saat itu,” kata direktorat tersebut. (*)