Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDET, NEW YORK – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, telah menarik minat investor senilai lebih dari US$250 miliar dalam proses penawaran saham perdana (IPO), menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut pada Selasa (9/6). Angka itu jauh melampaui target dana sebesar US$75 miliar yang ingin dihimpun perusahaan.
Tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) saat ini diperkirakan mencapai 3,5 hingga 4 kali jumlah saham yang ditawarkan. Para bankir dan investor menilai hal ini menjadi bukti terbaru bahwa minat pasar terhadap IPO SpaceX sangat kuat.
Dana investasi jangka panjang (long-only funds) dilaporkan mengajukan pesanan dalam jumlah besar. Bahkan, Musk disebut sempat bergabung dalam beberapa pertemuan virtual melalui Zoom dengan calon investor selama rangkaian promosi IPO (roadshow).
Bertemu 300 Investor Institusional
Meski demikian, proses pemasaran saham masih berlangsung dan permintaan investor masih dapat berubah sebelum harga final IPO ditetapkan, yang diperkirakan terjadi pada Kamis sore waktu setempat.
Pada Selasa, Presiden SpaceX, Gwynne Shotwell, bersama Kepala Keuangan Bret Johnsen dijadwalkan menghadiri makan siang bersama sekitar 300 investor institusional di kantor Morgan Stanley di Manhattan, New York.
Angka permintaan yang tercatat saat ini masih berupa indikasi minat beli dan belum mencerminkan alokasi final. Sejumlah investor institusional besar biasanya baru memasukkan pesanan pada tahap akhir proses IPO.
SpaceX belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
IPO di Tengah Gejolak Pasar
Penawaran saham SpaceX berlangsung ketika pasar keuangan global mengalami volatilitas tinggi. Indeks Nasdaq tercatat melemah pada Selasa setelah mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari setahun pada akhir pekan lalu.
Sementara itu, nilai Bitcoin turun sekitar 2,8% dan berada 37% di bawah rekor tertingginya pada Januari 2026.
Sejumlah analis menduga salah satu faktor tekanan pasar adalah aksi jual aset oleh investor yang ingin mengumpulkan dana untuk berpartisipasi dalam IPO SpaceX.
Starlink dan AI Jadi Andalan Pertumbuhan
Dalam dokumen IPO dan presentasi kepada investor, SpaceX menekankan keunggulan bisnis peluncuran roketnya yang disebut telah menyumbang sebagian besar muatan yang dikirim ke orbit selama tiga tahun terakhir.
Perusahaan juga menyoroti kekuatan bisnis internet satelit Starlink sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan.
Selain itu, SpaceX mengklaim terdapat peluang pasar senilai US$23 triliun untuk layanan kecerdasan buatan (AI) yang sedang dikembangkannya. Perusahaan menyatakan dirinya memiliki keunggulan unik karena dapat memanfaatkan ruang angkasa untuk membangun kapasitas komputasi AI yang tidak dibatasi kendala infrastruktur di Bumi.
Pusat Data di Luar Angkasa
SpaceX berpendapat bahwa pertumbuhan kapasitas listrik dan komputasi di Amerika Serikat tertinggal dibandingkan China, sebagian karena hambatan pembangunan proyek berskala besar.
Menurut perusahaan, kekurangan tersebut dapat diatasi dengan menempatkan pusat data (data center) dan infrastruktur komputasi lainnya di luar angkasa menggunakan teknologi peluncuran SpaceX.
“Dengan secara drastis menurunkan biaya akses ke luar angkasa, kami dapat memperluas misi untuk membantu mengatasi berbagai tantangan terbesar di Bumi, termasuk menjembatani kesenjangan digital dengan tujuan menghubungkan lebih dari tiga miliar orang yang belum memiliki akses internet dan pengetahuan global,” tulis SpaceX dalam dokumen kepada investor.
Jika berhasil, IPO SpaceX akan menjadi salah satu penawaran saham perdana terbesar dalam sejarah pasar modal dunia dan menjadi ujian besar terhadap minat investor pada sektor teknologi, antariksa, serta kecerdasan buatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






