Jangan Langsung Percaya! Ini 5 Mitos Kehamilan yang Masih Sering Diyakini Masyarakat

Ilustrasi.Net
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Piala Dunia ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

acehindependent.com– Begitu dinyatakan hamil, tak jarang para perempuan langsung ‘dibanjiri’ berbagai nasihat dari orang-orang di sekitar. Mulai dari larangan makanan, pantangan aktivitas, hingga tebakan jenis kelamin bayi berdasarkan bentuk perut. Tapi, apakah semua itu benar adanya?

Faktanya, banyak anggapan soal kehamilan yang beredar dari mulut ke mulut ternyata tidak didukung oleh bukti medis.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Nah, agar tidak salah kaprah, simak lima mitos kehamilan yang paling sering dipercayai, berikut fakta di baliknya seperti dilansir metropolis.id dari Alodokter.com:

1. Bentuk Perut Menunjukkan Jenis Kelamin Bayi

Banyak yang percaya jika perut ibu hamil terlihat tinggi, maka bayinya perempuan, dan jika perut tampak lebih rendah, bayinya laki-laki. Padahal, ini hanyalah mitos belaka. Posisi atau bentuk perut lebih dipengaruhi oleh posisi janin, postur tubuh ibu, dan kekuatan otot perut. Untuk mengetahui jenis kelamin bayi secara akurat, pemeriksaan USG di usia kehamilan sekitar 14 minggu adalah jawabannya.

2. Rasa Panas di Dada Artinya Bayi Akan Berambut Tebal

Heartburn atau rasa panas di dada sering dikaitkan dengan pertumbuhan rambut janin. Padahal, gejala ini lebih sering disebabkan oleh perubahan hormon dan tekanan rahim terhadap lambung, terutama jika Anda mengonsumsi makanan pedas, asam, atau berminyak. Tidak ada kaitannya dengan seberapa tebal rambut bayi Anda nanti.

3. Berhubungan Seks Saat Hamil Bisa Membahayakan Janin

Ini mitos yang cukup membuat khawatir pasangan. Faktanya, hubungan seks selama kehamilan tergolong aman dilakukan selama kondisi ibu dan janin sehat serta tidak ada komplikasi medis seperti plasenta previa atau risiko keguguran. Janin tetap aman karena dilindungi oleh otot rahim, cairan ketuban, dan leher rahim yang tertutup rapat.

4. Ibu Hamil Harus Makan untuk Dua Orang

Kalimat “kan kamu makan buat dua orang” sering terdengar, ya? Sayangnya, ini juga tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan kalori tambahan baru meningkat secara signifikan pada trimester ketiga, yakni sekitar 200 kalori per hari. Jadi, yang penting bukan porsi makannya yang dilipatgandakan, tapi memastikan kualitas nutrisi yang masuk ke tubuh tetap seimbang dan bergizi.

5. Tidak Boleh Mulai Berolahraga Saat Hamil

Banyak ibu hamil yang ragu memulai olahraga karena takut membahayakan janin. Padahal, kehamilan justru bisa menjadi momen yang tepat untuk mulai aktif bergerak. Aktivitas ringan seperti jalan kaki, berenang, atau yoga kehamilan sangat dianjurkan demi menjaga kebugaran tubuh, mengurangi stres, dan mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Tentu saja, olahraga ekstrem tetap harus dihindari.

Kesimpulan:

Kehamilan memang momen istimewa, namun bukan berarti segala informasi yang Anda dengar bisa langsung dipercaya. Konsultasikan setiap hal yang Anda ragukan dengan tenaga medis, dan tetap kritis terhadap berbagai mitos yang berkembang. Kehamilan sehat dimulai dari pengetahuan yang tepat.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait