LANGSA – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd, MSP, melakukan kunjungan kerja ke SMKN 4 Langsa sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan memastikan proses pembelajaran berbasis praktik berjalan optimal di sekolah kejuruan.
Kehadiran orang nomor satu di Dinas Pendidikan Aceh tersebut disambut hangat oleh kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta para siswa. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh warga sekolah agar terus meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam pemanfaatan sarana dan prasarana praktik yang telah tersedia.
Dalam arahannya, Murthala menegaskan bahwa sekolah kejuruan harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan nyata dan siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, keberadaan berbagai alat praktik yang telah diadakan pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
“SMK merupakan lembaga pendidikan yang dirancang untuk mencetak tenaga kerja terampil. Karena itu, alat praktik yang tersedia harus benar-benar digunakan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa memperoleh pengalaman kerja yang sesungguhnya sebelum terjun ke dunia industri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengandalkan teori di dalam kelas. Siswa harus diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengasah keterampilan melalui praktik langsung sesuai kompetensi keahlian masing-masing.
Selain meninjau pemanfaatan alat praktik, Kadisdik Aceh juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi pengembangan sektor perikanan yang dimiliki SMKN 4 Langsa. Ia mendorong sekolah untuk mengoptimalkan pemanfaatan tambak perikanan sebagai laboratorium pembelajaran yang produktif dan bernilai ekonomi.
Menurutnya, sektor perikanan memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena sejalan dengan karakteristik wilayah pesisir yang dimiliki Kota Langsa. Dengan pengelolaan yang baik, tambak sekolah tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu memberikan pengalaman kewirausahaan bagi siswa.
Murthala juga menekankan pentingnya pengembangan unit produksi pakan ikan yang dikelola langsung oleh siswa dan guru. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam bidang budidaya perikanan sekaligus memperkuat keterampilan manajerial dan kewirausahaan.
“Anak-anak harus dibiasakan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Pengembangan tambak dan pengolahan pakan ikan dapat menjadi contoh nyata bagaimana sekolah membangun jiwa entrepreneur sejak dini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan SMKN 4 Langsa dalam mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan. Ia berharap sekolah terus melakukan inovasi dan menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri agar kompetensi yang dimiliki siswa sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Kunjungan kerja ini juga menjadi ajang dialog antara Dinas Pendidikan Aceh dengan pihak sekolah mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan kejuruan di Aceh.
Melalui kunjungan tersebut, Murthala menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu strategi mencetak sumber daya manusia unggul, produktif, dan berdaya saing. Dengan pemanfaatan alat praktik yang optimal, pengembangan sektor perikanan, serta penguatan kewirausahaan, SMKN 4 Langsa diharapkan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.(**)







