Pemuda Asal Kolaka Timur Diduga Dijadikan Jaminan Narkoba di Aceh Utara

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Ibrahim memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus penyekapan terhadap Fadli Faresi (22), pemuda asal Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Korban diduga dijadikan jaminan dalam transaksi narkotika jenis sabu-sabu yang belum terselesaikan dan berhasil diselamatkan Tim URC Satreskrim Polres Aceh Utara. Foto: Dok. Polres Aceh Utara.

ACEH UTARA – Kasus penyekapan yang dialami Fadli Faresi (22), pemuda asal Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, mulai menemui titik terang. Polisi mengungkap fakta baru bahwa korban diduga dijadikan jaminan dalam transaksi narkotika jenis sabu-sabu yang belum terselesaikan.

Fakta tersebut terungkap setelah penyidik Satreskrim Polres Aceh Utara melakukan pemeriksaan awal terhadap korban usai berhasil menyelamatkannya dari lokasi penyekapan di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Bacaan Lainnya
Ads

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Ibrahim mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban, Fadli berangkat dari kampung halamannya pada April 2026 atas perintah seseorang bernama Fajar yang disebut-sebut merupakan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendari.

Korban mengaku dijanjikan imbalan sebesar Rp15 juta apabila bersedia datang ke Aceh dan menjadi jaminan dalam sebuah transaksi narkotika. Tawaran tersebut akhirnya membuat Fadli bersedia meninggalkan kampung halamannya dan berangkat menuju Aceh.

“Berdasarkan keterangan awal, korban mengaku datang ke Aceh atas perintah seseorang bernama Fajar. Korban dijanjikan imbalan sebesar Rp15 juta untuk menjadi jaminan dalam sebuah transaksi narkotika,” kata AKP Ibrahim, Minggu (14/6/2026).

Setibanya di Aceh Utara, tepatnya di kawasan Panton Labu, korban dijemput oleh seorang pria berinisial Z. Selanjutnya, Fadli dibawa menuju sebuah rumah yang berada di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan.

Di lokasi tersebut, korban tinggal di rumah yang dihuni oleh istri Z dan berada di bawah pengawasan ketat. Selama berada di sana, korban tidak diperbolehkan keluar ataupun meninggalkan lokasi. Kebebasannya dibatasi karena dianggap masih berkaitan dengan transaksi sabu-sabu yang belum selesai.

Menurut Ibrahim, seluruh keterangan yang disampaikan korban masih terus didalami oleh penyidik guna mengungkap secara utuh jaringan dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Korban dijadikan jaminan dalam transaksi narkotika yang belum terselesaikan. Namun seluruh keterangan ini masih dalam proses pendalaman penyidik,” ujarnya.

Tidak hanya kehilangan kebebasan bergerak, korban juga mengaku kerap menerima ancaman dari para pelaku selama berada di lokasi penyekapan. Situasi tersebut membuat Fadli merasa ketakutan dan khawatir terhadap keselamatan jiwanya.

Dalam kondisi tertekan, korban akhirnya memberanikan diri menghubungi keluarganya di Sulawesi Tenggara melalui aplikasi WhatsApp. Melalui pesan tersebut, ia meminta keluarganya segera mencari bantuan dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian.

Laporan dari keluarga korban kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Utara. Tim bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penelusuran berdasarkan informasi yang diperoleh hingga akhirnya berhasil menemukan lokasi korban.

Upaya penyelamatan berlangsung sukses dan korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Polisi kemudian mengevakuasi Fadli untuk mendapatkan perlindungan sekaligus dimintai keterangan lebih lanjut terkait peristiwa yang dialaminya.

“Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan korban. Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Ibrahim.

Saat ini, Satreskrim Polres Aceh Utara masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk menelusuri dugaan keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika serta memburu pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas penyekapan korban.

Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap seluruh fakta di balik kasus yang menyeret seorang pemuda dari Sulawesi Tenggara hingga berujung menjadi korban penyekapan di Aceh Utara tersebut.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait