Kakanwil Ditjenpas Malut Hadiri Festival Ela-Ela Kesultanan Ternate

Kakanwil Ditjenpas Maluku Utara Said Mahdar bersama sejumlah pejabat daerah menghadiri perayaan Festival Ela-Ela di Pandopo Kesultanan Ternate, Senin (16/3/2026) malam.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Ternate – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku Utara, Said Mahdar, menghadiri perayaan Festival Ela-Ela Kesultanan Ternate yang digelar di Pandopo Kesultanan Ternate, Senin malam (16/3/2026). Kehadiran Kakanwil Ditjenpas Malut dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya serta spiritual masyarakat Ternate, khususnya dalam menyambut malam-malam kemuliaan di bulan suci Ramadan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIT tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Sultan Ternate, Wakil Gubernur Maluku Utara, Wali Kota Ternate, Wakil Wali Kota Ternate, serta jajaran pengurus Kesultanan Ternate. Turut mendampingi Kakanwil dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Malut, Yunus Maraden.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan antara unsur pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat yang hadir. Setelah itu, para tamu undangan melaksanakan salat Magrib berjamaah yang dipimpin oleh imam dari Kesultanan Ternate.

Usai salat berjamaah, acara dilanjutkan dengan prosesi adat Ela-Ela, sebuah tradisi khas Kesultanan Ternate yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam prosesi tersebut, dilakukan pembakaran obor atau yang dikenal dengan istilah Ela-Ela. Obor-obor yang menyala menjadi simbol penyambutan datangnya malam kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang diyakini umat Islam memiliki keistimewaan dan keberkahan yang luar biasa.

Tradisi Ela-Ela sendiri merupakan bagian dari kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Ternate yang sarat dengan nilai religius. Api obor yang dinyalakan melambangkan cahaya petunjuk dan harapan agar umat Islam senantiasa memperoleh keberkahan serta ampunan di malam-malam terakhir Ramadan.

Setelah prosesi pembakaran obor, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang menyampaikan pesan-pesan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar. Dalam tausiah tersebut, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, serta memperkuat keimanan dalam menjalani bulan suci Ramadan.

Suasana semakin khidmat ketika para tamu undangan bersama masyarakat mengikuti rangkaian adat lainnya, termasuk prosesi Kabasarang Uci, sebuah tradisi khas Kesultanan Ternate yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap malam suci Ramadan. Prosesi ini juga mencerminkan kuatnya perpaduan antara nilai adat dan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat Ternate.

Di sela-sela kegiatan, para tamu undangan juga disuguhi jamuan makan malam yang disiapkan oleh perangkat Kesultanan Ternate. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat.

Kakanwil Ditjenpas Maluku Utara Said Mahdar menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Festival Ela-Ela yang terus dilestarikan oleh Kesultanan Ternate. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menjadi warisan budaya yang berharga, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar nilai budaya dan spiritual yang terkandung di dalamnya tidak hilang oleh perkembangan zaman.

Festival Ela-Ela sendiri merupakan salah satu tradisi religius yang selalu dinantikan masyarakat Ternate setiap bulan Ramadan. Selain sebagai simbol penyambutan malam Lailatul Qadar, festival ini juga menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah, kesultanan, dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial dan budaya di Maluku Utara.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai spiritual yang kuat, perayaan Festival Ela-Ela diharapkan terus menjadi simbol kekayaan budaya sekaligus pengingat akan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, khususnya di penghujung bulan suci Ramadan.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait