Dalam dialog tersebut, Kapolres menegaskan komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional melalui budidaya jagung hibrida. “Ini merupakan program strategis yang didukung penuh Polri, Kementan, dan pemda,” ujarnya.
Widget Artikel Samping
Para petani menyampaikan beberapa masukan, antara lain perlunya pendampingan intensif penyuluh pertanian sejak tanam hingga panen.
Acara dihadiri jajaran Forkopimda setempat termasuk Kabid Pertanian Muhammad Nur, Camat Bandar Baru Abdullah, Danramil Kapten Inf Moch Nursyahri, serta Kapolsek Iptu Muhammad Rizky Ali. Hadir pula 12 perwakilan kelompok tani dan geuchik se-Kecamatan Bandar Baru.
Menanggapi keluhan petani, Kapolres menyatakan akan segera mengambil langkah konkret dengan mengoptimalkan pengawasan lapangan oleh polsek bersama penyuluh pertanian, menertibkan peredaran bibit melalui Sat Intelkam dan Reskrim, serta berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memastikan ketersediaan sarana produksi.
Program ini menjadi bagian penting dalam upaya mencapai swasembada pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Kapolres berjanji akan terus memantau perkembangan di lapangan dan merespon cepat setiap keluhan masyarakat.
“Kami akan memperbarui data kebutuhan petani dan meningkatkan koordinasi antar instansi terkait,” pungkas Kapolres menutup pertemuan.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News