Upacara yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dipimpin Bupati Pidie Jaya, *H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E.,* selaku inspektur upacara. Kapolres Pidie Jaya *AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H.*, turut hadir bersama *unsur Forkopimda,* jajaran pemerintah daerah, Kementerian Agama, pimpinan dayah, para ulama, guru pendamping, serta tamu undangan lainnya.
Widget Artikel Samping
Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan Bupati Pidie Jaya, ditegaskan bahwa peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad yang dimaklumatkan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu tonggak sejarah yang membangkitkan semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan.
Tema tahun ini juga mengandung pesan bahwa santri memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pesantren dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun karakter, menanamkan akhlak mulia, mengembangkan kemandirian, serta mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kehadiran Kapolres Pidie Jaya dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap pelaksanaan kegiatan masyarakat dan keagamaan di wilayah hukumnya. Melalui monitoring dan pengamanan, personel kepolisian mendukung kelancaran rangkaian upacara yang diikuti ribuan peserta dari berbagai dayah di Pidie Jaya.
Untuk menunjang mobilisasi peserta, panitia mencatat sebanyak 136 unit mobil digunakan sebagai armada transportasi santri. Kendaraan tersebut disewa oleh masing-masing dayah, dengan subsidi transportasi dari panitia sebesar Rp300.000 per mobil. Para santri berangkat secara mandiri dari dayah masing-masing menuju lokasi upacara.
Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat Badar, pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, pembacaan Ikrar Santri, penyampaian amanat Menteri Agama, menyanyikan Himne Aceh dan Mars Santri, serta doa penutup.
Upacara berakhir pada pukul 09.50 WIB dan dilanjutkan dengan makan bersama di Gedung MTQ. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau kondusif dan terkendali.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pidie Jaya diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nasionalisme, menjaga persatuan, serta mendorong kontribusi santri dalam pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
*SALAM POLISI*
*POLISI BERSAMA MASYRAKAT*
🤝🤝🤝
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News