Upacara penutupan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pejabat Kodam IM, Rindam IM, Forkopimda, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, para Keuchik, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana, serta keluarga prajurit. Dalam amanat Pangdam IM yang dibacakan Kasdam, disampaikan rasa syukur atas kelancaran pendidikan serta apresiasi tinggi kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pelatihan dengan disiplin dan kerja keras.
Widget Artikel Samping
Pendidikan yang ditempuh para prajurit muda ini tidak hanya membekali kemampuan dasar keprajuritan, tetapi juga membentuk karakter, mental, disiplin, loyalitas, dan semangat pengabdian. Bekal tersebut menjadi fondasi utama bagi para Bintara baru dalam melaksanakan tugas di satuan masing-masing setelah resmi dilantik dan disumpah dengan pangkat Sersan Dua.
Sebanyak 163 prajurit muda yang lulus ini berasal dari latar belakang keluarga yang sangat beragam, mulai dari anak petani sebanyak 64 orang, pedagang 16 orang, TNI 22 orang, PNS 11 orang, hingga dari kalangan buruh, guru, nelayan, dan profesi lainnya. Keberagaman ini membuktikan bahwa prajurit TNI AD lahir dari berbagai lapisan masyarakat sebelum akhirnya disatukan dalam satu identitas dan tanggung jawab.
Dalam arahannya, Pangdam IM memberikan lima penekanan penting kepada para Bintara baru. Pertama, mereka diminta untuk terus mempertahankan dan meningkatkan disiplin. Kedua, para prajurit tidak boleh cepat puas dan harus senantiasa meningkatkan kemampuan fisik, mental, pengetahuan, serta keterampilan guna menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Poin ketiga yang ditekankan adalah agar para prajurit berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, serta menjunjung tinggi etika dan hukum. Keempat, prajurit diinstruksikan untuk selalu mengutamakan faktor keamanan dalam setiap pelaksanaan tugas baik bagi personel maupun materiil.
Kelima, Pangdam mengingatkan agar para prajurit senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengandalkan doa dalam setiap menjalankan tugas negara. Keimanan dan ketakwaan harus menjadi landasan moral utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang prajurit TNI Angkatan Darat.
Dengan berakhirnya rangkaian pendidikan di Rindam Iskandar Muda, 163 Bintara muda ini kini siap diterjunkan untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Mereka diharapkan mampu menjadi prajurit yang profesional, loyal, disiplin, berintegritas, serta menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News