Sebanyak 20 peserta hadir mengikuti pertemuan perdana yang sekaligus menjadi awal perjalanan pembelajaran menuju pelaksanaan ibadah haji. Bagi KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al Hujjaj, kegiatan ini memiliki makna tersendiri karena merupakan pelaksanaan manasik haji untuk tahun ketiga. Selama tiga tahun, ikhtiar tersebut terus diarahkan untuk menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membekali jamaah dengan pengetahuan manasik, tetapi juga membangun kesiapan mental, spiritual, dan kebersamaan.
Widget Artikel Samping
Ketua KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al Hujjaj, Hj. Zaidar Jaafar, S.Ag., menyambut para peserta dengan penuh kehangatan. Ia menekankan bahwa manasik bukan sekadar rangkaian teori tentang tata cara haji. Lebih dari itu, manasik menjadi ruang bagi jamaah untuk belajar, bertanya, berlatih, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan besar yang diharapkan menjadi salah satu pengalaman spiritual paling bermakna dalam kehidupan.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Hj. Ashraf, S.P., M.Si., Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh. Turut hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, H. A. Malik Musa, S.H., M.Hum. Kehadiran pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Aceh menjadi bentuk dukungan terhadap ikhtiar pembinaan jamaah haji yang dilakukan KBIHU ‘Aisyiyah Nashita Al Hujjaj. Acara pembukaan dipandu oleh Ari Maulana, Mahasiswa Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator selama kegiatan berlangsung.
Pada pertemuan pertama, peserta mendapatkan materi “Dinamika dan Tata Kelola Penyelenggaraan Haji Masa Kini” yang disampaikan oleh Drs. H. Arijal, M.Si., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh. Materi membahas kebijakan penyelenggaraan haji, sistem pelayanan jamaah, kuota dan keberangkatan, peran KBIHU, alur pelayanan, tantangan penyelenggaraan haji masa kini, serta hak dan kewajiban jamaah.
Ketua Panitia Manasik Haji, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa rangkaian manasik akan dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan. Setiap pertemuan dirancang menjadi ruang belajar sekaligus ruang kebersamaan, agar para peserta semakin mantap dalam mempersiapkan perjalanan menuju Baitullah.
Dari Masjid Taqwa Muhammadiyah, langkah itu pun dimulai. Dua puluh calon jamaah membawa harapan yang sama: semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi bekal, setiap latihan menjadi kesiapan, dan setiap doa menjadi jalan menuju panggilan Allah SWT.
Bismillah, perjalanan menuju Baitullah dimulai.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News