Kenangan Tak Terlupa dan Petuah Abi Irham bagi Alumni MNU

Kenangan Tak Terlupa dan Petuah Abi Irham bagi Alumni MNU
Alumni MNU foto bersama Abi Irham
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT,  ACEHINDEPENDENT.COM, Saya berdiri di depan adik-adik, di kesempatan majelis yang mulia ini, untuk menyampaikan sedikit kata-kata sihat pada waktu Maghrib. Inilah momen yang sudah sekian tahun tidak pernah kita jumpai dan kita dengar lagi. Maka hari ini, saya diberi kesempatan sebagai Abang Tertua untuk berbicara sedikit tentang apa dan tujuan kita hidup.

Sebenarnya, yang lebih pantas dan berhak berdiri di sini banyak anak-anak kita yang kini telah menjadi dosen, guru, dan profesional yang jauh lebih baik dari kita dulu. Namun, kesempatan ini diberikan kepada saya sebagai bentuk rasa hormat kepada guru kita tercinta, Almarhum Abi Ramli.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Saya mohon maaf kepada adik-adik semua, karena telah diberi sedikit waktu untuk menyampaikan kata-kata sosial ini.

Dulu, kita yang dipanggil: “Nak, kemari makan.”
Kini, kita pula yang memanggil anak-anak kita: “Nak, kemari makan.”
Tanggung jawab telah berganti, seiring para pendahulu kita pergi mendahului. Maka, sudah sepatutnya kita yang masih hidup menjaga tali silaturahmi saling berkunjung, menasihati, menjenguk, dan menziarahi.

Tentang Almarhum Abi Ramli

Almarhum Abi Ramli adalah guru yang paling rendah hati, paling lembut, paling sabar, dan paling ikhlas. Beliau tidak pernah mengejar jabatan, tidak mau berkompetisi untuk duniawi, tetapi memilih hidup sederhana, tunduk, dan patuh pada perintah Allah.
Seandainya beliau menginginkan kedudukan, tentu sejak dulu beliau sudah mendapatkannya. Tapi beliau memilih ketenangan dan keikhlasan, bukan kemegahan dunia.

Pesan Tentang Kehidupan

Hari ini saya berdiri di sini, berbicara tentang antara hidup dan mati. Hidup ini adalah kesempatan untuk beramal saleh, sebelum akhirnya kita kembali ke hadirat Allah.
Dalam usia yang sudah menanjak lansia, sudah sepatutnya kita menjadi teladan bagi sesama makhluk, menjaga kelestarian alam, dan tidak saling menyakiti, melainkan saling menyayangi dan menyapa.

Dengan terbentuknya silaturahmi seperti ini, hubungan ukhuwah islamiah di antara alumni menjadi semakin kuat. Jika suatu saat ada musibah di tempat adik-adik, dan abang-abang tidak sempat berkunjung, bukan berarti tidak peduli tapi karena kesibukan dan tanggung jawab di berbagai tempat dan instansi.

Kenangan Pribadi Bersama Almarhum

Secara pribadi, saya menganggap almarhum seperti ayah saya sendiri. Beliaulah yang banyak menasihati dan memotivasi saya semasa di Nurul Ulum.
Kita semua tahu bagaimana sulitnya kondisi belajar dulu fasilitas serba terbatas, tapi semangat luar biasa. Alhamdulillah, berkat bimbingan dan doa para guru, generasi hari ini menjadi jauh lebih baik dan maju.

Dulu saya mungkin keras, karena usia saya masih muda sekitar 20–23 tahun dan diberi amanah memimpin adik-adik. Kini saya sudah berusia 51 tahun. Saya pernah sakit sampai tidak bisa bangun selama setahun, tapi berkat doa dari adik-adik semua, saya bisa bangkit kembali dan hari ini dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Camat.

Kebanggaan dan Rasa Syukur

Saya bangga, anak-anak Nurul Ulum kini banyak yang berhasil — ada yang jadi pemimpin, pejabat, guru, dan profesional di berbagai tempat. Ini bukan omong kosong, saya melihat sendiri saat berkeliling, anak-anak Nurul Ulum ada di mana-mana.

Saya mengenal kalian bukan hanya dari nama, tapi dari wajah dan kenangan masa lalu. Setiap kali saya melihat adik-adik, seakan terputar kembali masa-masa indah di Nurul Ulum.
Dulu, ada yang nakal, ada yang bandel, tapi semua itu bagian dari proses pembentukan karakter. Rotan, cubitan, atau hukuman yang pernah kita terima bukan untuk menyakiti, tapi untuk mendidik dan menjadikan kita manusia yang berguna.

Hari ini, terbukti banyak di antara kita menjadi orang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat. Itulah hasil dari doa dan perjuangan para guru terdahulu.

Mari kita lanjutkan warisan kebaikan dari guru-guru kita.
Teruskan silaturahmi, saling mengingatkan, saling mendoakan, dan jangan pernah melupakan jasa mereka.
Semoga Allah merahmati almarhum Abi Ramli dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait