Ketua Forikan Aceh Besar Minta Orang Tua Jadikan Ikan Menu Favorit Anak

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, mendorong para orang tua lebih kreatif mengolah ikan agar menjadi makanan yang disukai anak-anak. Menurutnya, konsumsi ikan memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, KOTA JANTHO – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, mendorong para orang tua lebih kreatif mengolah ikan agar menjadi makanan yang disukai anak-anak. Menurutnya, konsumsi ikan memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui.

“Kita berharap bantuan ikan ini dapat memberikan manfaat dalam mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kesehatan ibu hamil maupun ibu menyusui,” ujar Rita Mayasari, saat penyaluran bantuan 3,7 ton ikan segar kepada 350 penerima yang menyasar balita stunting, anak wasting, ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis (KEK), serta ibu menyusui, di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Jumat (18/9/2026).

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Ia mengakui bantuan tersebut belum dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, Rita mengajak penerima untuk mensyukuri bantuan yang telah diterima dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

“Tidak semua mendapatkan bantuan ini. Jadi, apa yang sudah diterima mari kita syukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya, yang juga didampingi oleh Kepala DKP Aceh Besar Aulia Putra SPi MSi.

Rita juga meminta orang tua tidak terpaku pada penyajian ikan dengan cara digoreng atau digulai. Menurutnya, ikan dapat diolah menjadi berbagai menu yang lebih menarik sehingga anak-anak semakin tertarik mengonsumsinya.

“Buatlah kreasi dalam menyajikan ikan. Kita ingin anak-anak menyukai ikan, sehingga kebutuhan gizi mereka dapat terpenuhi dan mendukung tumbuh kembangnya,” paparnya.

Sementara itu, Subkoordinator Perikanan Budidaya PDSPKP Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Fitriani SPi MSi, mengatakan penyaluran ikan tersebut merupakan bagian dari program penanganan stunting sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Ia menyebutkan, edukasi pengolahan ikan menjadi bagian penting agar masyarakat dapat menyajikan ikan dalam bentuk yang lebih variatif dan menarik bagi anak-anak.

“Selain penanganan stunting, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengolah ikan menjadi menu yang lebih variatif dan menarik, sehingga anak-anak lebih tertarik makan ikan,” ungkap Fitriani.

Di sisi lain, Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi SE MM, menjelaskan penyaluran bantuan ikan segar tersebut merupakan tahap kedua tahun 2026 di Kecamatan Kuta Baro. Bantuan kali ini diperuntukkan bagi masyarakat Mukim Lam Rabo dengan total 350 penerima.

“Sebelumnya, bantuan tahap pertama telah disalurkan pada Juli 2026 untuk masyarakat di Mukim Ateuk dan Mukim Bueng Cala. Untuk tahap kedua ini, bantuan diberikan kepada masyarakat Mukim Lam Rabo,” terangnya.

Camat Kuta Baro berharap, penyaluran bantuan serupa dapat segera menjangkau dua mukim lainnya, yakni Mukim Lam Blang dan Mukim Leupung.

“Kita berharap Mukim Lam Blang dan Mukim Leupung juga mendapatkan bantuan ini sehingga penyalurannya dapat dilakukan dalam waktu dekat dan manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat,” imbuhnya.

Sebagai informasi lainnya, penyaluran bantuan ikan segar tersebut bersumber dari bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Besar.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait