Widget Artikel Samping
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Budi Santoso, mangatakan, pemerintah masih membuka peluang untuk menambah kuota impor gula tahun ini dengan sejumlah evaluasi.
“900 ton sekian [2023]. Neraca komoditas itu bisa dievaluasi per tiga bulan atau sewaktu-waktu diperlukan itu bisa dievaluasi, mau ditambah atau dikurangi bisa, jadi ga harus langsung sekian ribu,” kata Budi.
“Bisa dikurangi ditambahkan, misalkan perlu tambah kuota yang ditambah. Tapi sementara ini prediksi kita cukup segitu. Karena produksi diharapkan bisa,” tambah Budi.
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor gula pada periode Januari-Oktober 2023 sebanyak 4,08 juta ton atau turun 22% dari jumlah impor pada Januari-Oktober 2022 sebanyak 5,23 juta ton. Kemudian, per Oktober 2023 sendiri 369,57 ribu ton, naik 39,58% dari Oktober 2022 sebanyak 264,78 ribu ton.
Pada periode Januari-Oktober 2023, impor gula Indonesia dari Brazil seberat 819,26 ribu ton, turun 0,23% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 821,16 ribu ton. Lalu, dari Australia 662,8 ribu ton atau naik 29,82% dari sebelumnya 510,55 ribu ton, dan dari Thailand sebanyak 2,28 juta ton, turun 2,59% dari sebelumnya 2,34 juta ton.(red/tirto)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News