ACEH INDEPENDENT, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Walikota Afdhal Khalilullah didampingi Ketua DPRK, Sekretaris Daerah, para Asisten, para kepala OPD terkait dan para keuchik dari 10 gampong binaan proklim menerima kedatanagan tim Kemetrian Lingkungan Hidup (KLH) untuk melakukan verifikasi lapangan penilaian kampung pro iklim tahun 2026 di Gampong Kota Baru, Selasa (4/8/2026).
Adapun penilaian yang berlangsung selama dua hari 4-5 Agustus, dimulai dengan diskusi terkait kelembagaan dan adaptasi mitigasi dan spektrum. Esok dilanjutkan dengan mengunjungi 10 desa binaan Gampong Kota Baru untuk mendapatkan testimoni.
Menurut keterangan Ketua tim verfikator Muhammad Ardiansyah menyampaikan bahwa ada lima kriteria yang menjadi penilaian untuk kampung proklim lestari, yaitu gampong sudah mendapatkan kategori proklim utama sertifikat dan trofi selama 2-3 tahun, dan Gampong Kota Baru sudah mendapatkan di tahun 2022.
Lanjutnya, pengayaan aksi adaptasi dan mitigasi, kelembagaan, peningkatan jumlah penghijauan atau jumlah jenisnya. Bisa diperkuat atau ditambah. Ketiga giat didukung oleh pemerintah daerah, baik moril dan materil. Contohnya dalam bentuk regulasi atau imbauan agar seluruh gampong turut serta dalam giat poklim.
Keempat, adanya program gampong yang meningkat secara terstruktur dan terakhir adanya penghargaam minimal di tingkat provinsi yang sama-sama mendukung proklim utama menjadi lestari.
Ardiansyah mengatakan bahwa penghargaan kampung proklim ini bentuk pengakuan terhadap aksi yang sudah dilaksanakan masyarakat, dengan semangat gotong royong dan keteladanan dalam menjaga lingkungan.
“Giat ini bukan perlombaan, tapi mengapresiasi kegiatan masyarakat dan pemerintah mencoba memberikan pengakuannya. Hari ini kami ingin melihat langsung dan mengumpulkan bukti dukung,” jelasnya.
Dalam kesmpatan tersebut Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim verifikasi. Menurutnya, verifikasi ini bukan sekadar penilaian administrasi, tetapi bentuk pembinaan dan penguatan gerakan masyarakat dalam membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.
Data pemko menunjukkan jumlah lokasi Proklim terus meningkat. Dari 3 lokasi tahun 2020 menjadi 28 lokasi tahun 2025, dan 30 lokasi pada 2026. Sebanyak 64 lokasi telah terdaftar di SRN-PPI, dengan rincian 4 lokasi Proklim Utama, 33 Proklim Madya, dan 25 lainnya dalam proses verifikasi. Atas komitmen itu, Banda Aceh juga meraih Apresiasi Pembinaan Proklim Tahun 2022.
“Harapannya semangat Gampong Kota Baru menjadi inspirasi bagi gampong lain Menjaga bumi dimulai dari rumah, dari gampong kita sendiri. Ketika setiap gampong bergerak, maka Banda Aceh akan semakin tangguh menghadapi perubahan iklim,” tutupnya.
Sebagai informasi bahwa komitmen lingkungan juga masuk dalam RPJM 2025-2029 melalui program ASRI. Pemko saat ini telah memiliki 39 depo Waste Collecting Point di 19 gampong, didukung 28 Bank Sampah, 4 TPS3R, 8 Rumah Kompos, dan 1 ITF: Tahun 2026 ditargetkan pembangunan depo baru untuk menekan timbulan sampah 240-250 ton per hari.






