“Ini bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk melindungi dan sekaligus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani nilam,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Jumat (21 Agustus 2029).
Widget Artikel Samping
Nurlis menjelaskan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengarahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Teuku Adi Darma, untuk mengawal proses penetapan Minyak Nilam Aceh sebagai komoditas SRG.
Ia menambahkan, proposal usulan penetapan Minyak Nilam Aceh sebagai komoditas SRG telah diserahkan pada Kamis (20 Agustus 2026). Saat penyerahan, Adi Darma didamping Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag, Marzuki. Dokumen proposal diterima langsung oleh Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Bappebti, Diah Sandita Arisanti, disaksikan Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok Kementerian UMKM RI Mety Kusmayanti.
Selain itu, pemangku kepentingan dari ekosistem nilam Aceh juga ikut dalam proses tersebut, di antaranya perwakilan dari Bank Aceh Syariah yang diwakili oleh Kadiv UMKM Ziaur Rahmah, Dewan Pertimbangan Kadin Aceh Zubir Sahim, dan perwakilan Tim Mikro Business Group BSI Pusat, Irwan. Hadir juga Ketua Tim Pakar yang juga Wakil Rektor III Universitas Samudra Dr Nasruddin, perwakilan Direksi PT Pembangunan Aceh (PEMA) Muhammad Mulia, dan Direktur PT Razma Agro Jayana Teungku Razuan selaku pihak pemohon.
“Bapak Gubernur Mualem mengharapkan Bappebti segera menetapkan minyak nilam sebagai komoditas SRG. Ini menyangkut hajat hidup ribuan petani nilam di Aceh,” kata Adi Darma. Minyak nilam merupakan komoditas unggulan daerah yang ekosistemnya kini telah lengkap dan siap diintegrasikan ke dalam skema SRG sebagai instrumen pelindung petani dan pelaku usaha.
Mety Kusmayantie menyatakan pihaknya memberikan pendampingan khusus melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Razma Agro Jayana sebagai Holding UMKM Nilam Aceh serta memfasilitasi KUR. Dukungan serupa juga disampaikan oleh pihak perbankan seperti Bank Aceh Syariah dan BSI Pusat.
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan SRG Bappebti, Diah Sandita Arisanti, mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menegaskan komitmen Bappebti agar program ini dapat segera dijalankan pada akhir tahun.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News