Tim tersebut terdiri atas Muhammad Iqbal, mahasiswa Teknik Pertambangan angkatan 2022 sebagai ketua tim; Rafi Abimanyu, mahasiswa Teknik Pertambangan angkatan 2022; Putro Nuriza, mahasiswa Teknik Pertambangan angkatan 2022; serta Yulli Erisna, mahasiswa Informatika angkatan 2023. Kolaborasi lintas disiplin antara pertambangan dan informatika menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan MineVerse.
Widget Artikel Samping
Mine Verse lahir dari kegelisahan sederhana: bagaimana membuat informasi di industri pertambangan yang begitu banyak dan kompleks dapat diolah menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat, terintegrasi, dan berbasis data?
Jawabannya diwujudkan dalam sebuah Progressive Web Application (PWA) yang dirancang sebagai Single Source of Truth bagi level manajerial tambang. MineVerse mengintegrasikan enam pilar teknologi dan operasional, yaitu Artificial Intelligence (AI), Geographic Information System (GIS), Data Analytics, Safety, Risk Management, dan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Melalui platform ini, data operasional tidak hanya dikumpulkan, tetapi diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan digunakan untuk mengambil keputusan. MineVerse menawarkan manfaat pada lima aspek penting industri pertambangan: mempermudah akses informasi melalui integrasi data, membantu pengambilan keputusan melalui analisis AI otomatis, memonitor kondisi keselamatan dan kesehatan kerja berbasis data, menganalisis kondisi alat serta operasional secara terpadu, dan menjadi platform decision intelligence untuk mendukung transformasi digital pertambangan.
Keberhasilan melaju ke babak final tentu bukan perjalanan singkat. Mine Verse harus bersaing dan menyisihkan puluhan tim dalam ANTAM Hackathon 2026. Pada tahap final, tim mahasiswa USK mempresentasikan dan mempertahankan inovasinya secara daring di hadapan panelis dari PT ANTAM Tbk.
Bagi Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., dosen Teknik Pertambangan USK sekaligus dosen pembimbing tim, capaian ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang keberanian mahasiswa untuk membawa ilmu pertambangan keluar dari ruang kelas dan menghubungkannya dengan kebutuhan industri.
“Saya melihat MineVerse sebagai contoh bagaimana mahasiswa dapat menggabungkan pemahaman teknis pertambangan dengan teknologi digital untuk menjawab persoalan nyata di industri. Yang paling membanggakan bukan hanya mereka berhasil menjadi finalis, tetapi proses mereka belajar mengidentifikasi masalah, bekerja lintas disiplin, menerima kritik, dan kemudian menerjemahkannya menjadi sebuah solusi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc.
Babak final ANTAM Hackathon 2026 menjadi pengalaman penting bagi keempat mahasiswa tersebut. Selain berhadapan langsung dengan tantangan inovasi industri, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk menguji gagasan di hadapan praktisi dan panelis dari perusahaan tambang nasional.
Antusiasme semakin besar karena kompetisi ini menawarkan penghargaan dan peluang pengembangan karier yang menarik, salah satunya kesempatan bagi pemenang untuk memperoleh pengalaman magang di PT ANTAM Tbk.
Bagi USK, prestasi Mine Verse menjadi bukti bahwa mahasiswa Aceh memiliki ruang untuk berkompetisi dan berinovasi di tingkat nasional. Lebih dari sebuah nama di daftar finalis, MineVerse menunjukkan sebuah pesan sederhana: masa depan pertambangan tidak hanya membutuhkan insinyur yang memahami batuan, alat, dan produksi, tetapi juga generasi yang mampu mengubah data menjadi keputusan dan teknologi menjadi solusi.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News