IRAN – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Ucapan tersebut disampaikan melalui akun resminya di platform X pada Minggu (22/3/2026), di tengah situasi konflik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah.
Dalam pesannya, Araghchi tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat di Asia Tenggara yang dinilai telah menunjukkan solidaritas terhadap Iran. Ia menyebut dukungan tersebut datang dari kalangan masyarakat muslim serta pihak-pihak yang menjunjung tinggi nilai keadilan.
“Selamat Hari Raya Idulfitri. Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam) yang mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim zionis terhadap bangsa muslim Iran di bulan Ramadan serta menunjukkan solidaritas,” tulisnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama 22 hari antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan yang terus meningkat ini telah memicu berbagai reaksi dari komunitas internasional, termasuk dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Lebih lanjut, Iran melalui pernyataan resminya menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan solusi jangka pendek berupa gencatan senjata sementara. Sebaliknya, Teheran menuntut penghentian konflik secara total, menyeluruh, dan berkelanjutan. Sikap ini mencerminkan posisi tegas Iran yang menginginkan resolusi permanen atas konflik yang sedang berlangsung.
Dukungan moral dari negara-negara Asia Tenggara dinilai memiliki arti penting bagi Iran, terutama dalam membangun opini global di tengah dinamika geopolitik yang kompleks. Indonesia, Malaysia, dan Brunei sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim dianggap memiliki pengaruh moral dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan di panggung internasional.
Momentum Idulfitri yang identik dengan perdamaian dan saling memaafkan pun dimanfaatkan sebagai ajang untuk mempererat hubungan emosional antarbangsa. Di tengah suasana yang penuh ketegangan, pesan yang disampaikan Araghchi menjadi simbol harapan akan terciptanya perdamaian yang lebih luas dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.(**)






