ACEH INDEPENDENT, Michael Olise Piala Dunia 2026, Prancis memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia pada laga babak 32 besar yang berlangsung di MetLife Stadium, Selasa (30/6/2026) waktu setempat.
Kembalinya pelatih Didier Deschamps ke bangku cadangan setelah sempat meninggalkan tim karena urusan pribadi disambut dengan penampilan luar biasa Les Bleus. Hasil tersebut semakin mengukuhkan status Prancis sebagai salah satu kandidat terkuat juara.
Meski Kylian Mbappe mencetak dua gol, sorotan utama justru tertuju kepada Michael Olise, yang tampil gemilang dengan menyumbangkan dua assist.
Apakah Michael Olise Pemain Terbaik di Piala Dunia 2026?
Sebelum turnamen dimulai, banyak yang memprediksi Mbappe akan menjadi bintang utama Prancis. Namun hingga empat pertandingan, Olise tampil luar biasa dengan mencatatkan lima assist, menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh di turnamen.
Winger Bayern Munich itu memberikan umpan terobosan brilian kepada Bradley Barcola untuk mencetak gol sesaat setelah jeda. Ia kemudian kembali mengirim assist indah kepada Mbappe untuk mencetak gol keduanya dalam pertandingan.
Olise juga hampir mencetak gol. Tendangan akrobatiknya membentur tiang gawang pada babak pertama, sementara peluang emas satu lawan satu di babak kedua gagal dimaksimalkan. Meski begitu, performanya tetap menjadi salah satu yang terbaik di laga tersebut.
Dengan tambahan dua assist melawan Swedia, Olise kini menyamai rekor Diego Maradona dengan lima assist dalam satu edisi Piala Dunia. Ia hanya membutuhkan satu assist lagi untuk menyamai rekor sepanjang masa milik Pele, yang mencatat enam assist pada Piala Dunia 1970.
Jika Prancis mampu mengalahkan Paraguay di babak 16 besar, Olise memiliki peluang besar memecahkan rekor tersebut sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini.
Generasi Emas Belum Tentu Menjamin Gelar Juara
Meski memiliki skuad bertabur bintang, sejarah membuktikan bahwa generasi emas tidak selalu berakhir dengan trofi.
Contoh paling nyata adalah Belgia, yang pernah diperkuat pemain-pemain kelas dunia seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, Toby Alderweireld, dan Jan Vertonghen, tetapi gagal meraih gelar besar.
Hal serupa juga pernah dialami Inggris, yang memiliki lini tengah berisi Steven Gerrard, Paul Scholes, dan Frank Lampard, ditambah John Terry, Rio Ferdinand, serta Wayne Rooney, namun tetap gagal mengangkat trofi internasional.
Kini Prancis memiliki lini depan yang luar biasa dengan Mbappe, Olise, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola. Kombinasi tersebut dinilai sebagai salah satu yang paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Yang membedakan Les Bleus adalah kemampuan mereka menghadapi tekanan. Sejauh ini, skuad asuhan Deschamps justru tampil semakin percaya diri ketika ekspektasi publik semakin tinggi.
Prancis Tak Hanya Mengandalkan Lini Depan
Hingga babak 32 besar, Prancis menjadi tim paling produktif di Piala Dunia 2026 dengan koleksi 13 gol.
Namun kekuatan mereka tidak hanya berada di lini serang. Les Bleus juga baru kebobolan dua gol, menunjukkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Di lini tengah, Aurelien Tchouameni tampil solid sebagai gelandang jangkar, sementara duet bek tengah William Saliba dan Dayot Upamecano menjadi tembok kokoh di depan gawang.
Kedalaman skuad Prancis juga sangat mengesankan. Dari bangku cadangan, Deschamps masih memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Desire Doue, Rayan Cherki, hingga Warren Zaire-Emery, yang bahkan belum dimainkan di turnamen ini.
Dengan komposisi skuad yang merata, kualitas individu tinggi, serta permainan yang semakin matang, Prancis kini dianggap sebagai favorit utama untuk menjuarai Piala Dunia 2026, mengungguli pesaing-pesaing kuat seperti Argentina, Spanyol, dan Inggris.







