BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan, terutama bencana alam yang kerap melanda Indonesia. Menurutnya, ketangguhan bukan hanya diukur dari kemampuan membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga dari kemampuan membangun karakter manusia yang memiliki kepedulian sosial dan semangat gotong royong.
Pesan tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri kegiatan yang mempertemukan para delegasi muda dari berbagai daerah. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa perubahan iklim, bencana hidrometeorologi, hingga berbagai tantangan sosial menjadi persoalan yang membutuhkan peran aktif generasi muda sebagai agen perubahan.
Menurut Illiza, masyarakat yang tangguh lahir dari budaya saling membantu, saling menjaga, dan memiliki rasa empati terhadap sesama. Ketika bencana datang, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga solidaritas dan kepedulian antarwarga.
“Ketangguhan bukan sekadar membangun kembali bangunan yang hancur. Ketangguhan adalah membangun manusia yang peduli, membangun masyarakat yang saling menjaga, serta mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi masa depan dengan berbagai tantangannya,” ujar Illiza.
Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Edukasi, literasi kebencanaan, hingga penguatan karakter harus terus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi situasi sulit.
Illiza juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai bencana besar. Pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran berharga agar masyarakat semakin siap menghadapi risiko di masa mendatang. Karena itu, ia mengajak seluruh pemuda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemanusiaan.
Dalam forum tersebut, para delegasi muda juga diajak berdiskusi mengenai pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam membangun ketahanan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang inovatif terhadap berbagai persoalan, mulai dari mitigasi bencana hingga pembangunan berkelanjutan.
Sebagai bentuk inspirasi dan motivasi kepada peserta, Illiza turut menyerahkan buku karyanya yang berjudul “Jejak Langkah Illiza di Tengah Banjir Sumatera” kepada seluruh delegasi muda yang hadir. Buku tersebut mengisahkan pengalaman, perjuangan, serta berbagai langkah kemanusiaan yang dilakukan saat menghadapi bencana banjir di wilayah Sumatera.
Melalui buku itu, Illiza berharap para generasi muda dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya kepemimpinan, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat dalam situasi apa pun. Ia meyakini bahwa pengalaman nyata di lapangan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta tampak aktif mengikuti rangkaian acara, berdiskusi, serta menyampaikan berbagai gagasan terkait upaya memperkuat ketangguhan masyarakat di tengah meningkatnya ancaman bencana akibat perubahan iklim.
Di akhir kegiatan, Illiza kembali mengajak seluruh delegasi muda untuk menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, masa depan Indonesia akan ditentukan oleh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kemanusiaan, serta semangat gotong royong yang kuat.(**)







