MPD dan Pemerintah Kota Banda Aceh Bersinergi dengan Sampoerna Foundation Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kesempatan Belajar bagi Siswa

Caption Foto: Dr. Salman Ishak saat memimpin rapat rutin MPD Kota Banda Aceh, membahas pengelolaan dana sekolah dan madrasah.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Kolaborasi strategis ini memberikan pendidikan berkualitas, inovatif, dan berpihak pada generasi muda Banda Aceh.

Banda Aceh – Pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan suatu daerah dan masa depan generasi muda. Kualitas pendidikan yang baik akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan global. Dalam konteks ini, Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Banda Aceh terus mengambil langkah strategis untuk memastikan mutu pendidikan tetap terjaga dan meningkat, serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam upaya pemajuan pendidikan.

Bacaan Lainnya

Ketua MPD Kota Banda Aceh, Dr. Salman Ishak, menegaskan bahwa komite sekolah dan madrasah memiliki peran strategis dalam pemantauan, pengawasan, dan pemberian masukan untuk mendukung pelaksanaan program-program pendidikan di sekolah. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat rutin di kantor MPD pada Kamis (21/8/2025), yang mengulas isu pengutipan dana dari wali murid di beberapa sekolah dan madrasah.

“Komite sekolah atau madrasah memiliki tugas utama untuk memantau, memberikan masukan, dukungan, dan mengawasi penyelenggaraan program-program pendidikan. Partisipasi aktif masyarakat dalam memajukan pendidikan sangat dibutuhkan,” jelas Dr. Salman.

Dalam rapat tersebut, Dr. Salman menekankan pentingnya pemahaman yang tepat tentang pengelolaan dana di sekolah dan madrasah. Beberapa program kegiatan memang memerlukan dukungan partisipasi orang tua, misalnya dalam kegiatan awal tahun ajaran baru atau program pengembangan fasilitas belajar. Namun, pengumpulan dana harus tetap sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan masalah hukum atau ketidakadilan bagi siswa dan orang tua.

Sebagai upaya perlindungan dan edukasi, MPD Kota Banda Aceh berharap Ombudsman Aceh dapat memberikan penyuluhan kepada pihak sekolah dan madrasah mengenai ketentuan yang diperbolehkan dan yang bertentangan dengan hukum. Dengan demikian, sekolah/madrasah akan terlindungi dari risiko pelanggaran hukum, dan tetap fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami berharap sekolah dan madrasah terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, dibantu semua pihak melalui ide, gagasan, saran, serta pertimbangan konstruktif. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa menciptakan pendidikan yang berkualitas,” tambah Dr. Salman.

Langkah konkret untuk meningkatkan akses pendidikan juga dilakukan melalui kerjasama Pemerintah Kota Banda Aceh dengan pihak swasta, salah satunya Yayasan Putera Sampoerna (YPS). Lebih dari 300 siswa SMA/SMK di Kota Banda Aceh mengikuti seleksi program bantuan pendidikan dari Sampoerna Foundation. Sosialisasi dan tes seleksi awal ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, pada Rabu (20/8/2025), di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

Wali Kota Illiza menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Yayasan Putera Sampoerna. Program ini memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sampoerna dengan dukungan beasiswa penuh.

“Hari ini saya sangat bahagia karena program ini terealisasi. Ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah kita tandatangani dengan pihak Sampoerna. Melalui program ini, anak-anak Banda Aceh memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Sampoerna dengan beasiswa dari Sampoerna Foundation,” ujar Wali Kota Illiza.

Selain memberikan akses pendidikan tinggi, program beasiswa ini juga bertujuan menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat dan tekun. Wali kota berpesan agar siswa yang terpilih memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, selalu bersyukur, dan menjadi teladan bagi teman-temannya.

“Saya berharap para siswa menjadi contoh yang baik. Tunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah, kita dapat meraih prestasi dan mewujudkan cita-cita,” tambah Illiza.

Acara ini dihadiri juga oleh perwakilan Sampoerna Foundation, termasuk Juliana (Head of Program Development), Yusuf Yordan Yassin (Head of Finance), dan Ida Bagus Gede Wardi Putra (Head of Government Relation), serta Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis dan Sulaiman Bakri, bersama sejumlah Kepala OPD terkait lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan lembaga swasta dan pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan yang berkualitas dan berkesinambungan.

Sinergi antara MPD, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan Sampoerna Foundation memperkuat komitmen untuk menciptakan pendidikan yang transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan siswa. Dari penyuluhan tentang pengelolaan dana sekolah hingga akses beasiswa internasional, semua langkah ini dirancang untuk memastikan setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Dr. Salman Ishak menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah atau pemerintah. Peran serta seluruh pihak—wali murid, komite sekolah, lembaga pemerintah, dan mitra swasta—merupakan kunci keberhasilan dalam menciptakan pendidikan yang unggul dan berkeadilan.

“Kita harus bersama-sama memastikan bahwa setiap langkah, baik program sekolah, partisipasi masyarakat, maupun beasiswa yang diberikan, selalu berpihak pada peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan keterlibatan Ombudsman Aceh sebagai lembaga pengawas dan penyuluh, setiap pihak merasa aman dalam menjalankan tanggung jawabnya, sekaligus mendorong inovasi pendidikan yang berkesinambungan.

Program beasiswa Sampoerna Foundation semakin memperkuat komitmen pemerintah dan MPD dalam memberikan kesempatan merata bagi siswa berprestasi, serta memastikan generasi muda Banda Aceh memiliki bekal yang cukup untuk bersaing secara nasional maupun internasional.

Dengan adanya program kolaboratif ini, diharapkan setiap siswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal yang berkualitas, tetapi juga teladan dan inspirasi untuk mengembangkan potensi diri. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar kewajiban sekolah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

Sinergi antara MPD, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan Sampoerna Foundation memberikan contoh nyata bagaimana pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berpihak pada siswa dapat diwujudkan. Upaya ini menjadi langkah penting dalam membangun generasi unggul, berdaya saing, dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.

Dengan pengawasan yang jelas, dukungan dari wali murid dan masyarakat, serta peluang beasiswa yang kompetitif, generasi muda Banda Aceh kini memiliki kesempatan emas untuk meraih prestasi maksimal, memperluas wawasan, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

MPD Kota Banda Aceh juga terus mendorong inovasi di sekolah dan madrasah, memastikan bahwa setiap kegiatan pendidikan memberikan dampak nyata bagi siswa. Dari pengembangan kurikulum hingga kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat, semua dirancang untuk membentuk karakter, keterampilan, dan kompetensi siswa secara menyeluruh.

Dalam era globalisasi ini, pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Dukungan pemerintah, MPD, masyarakat, dan mitra swasta memastikan bahwa siswa Banda Aceh mampu bersaing dan beradaptasi dengan tuntutan dunia modern.

Melalui program-program kolaboratif ini, Banda Aceh menjadi contoh bagi daerah lain tentang bagaimana pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan dapat diwujudkan. Dengan sinergi yang baik, partisipasi masyarakat, serta peluang beasiswa yang nyata, kualitas pendidikan di Kota Banda Aceh dipastikan terus meningkat, membawa manfaat jangka panjang bagi generasi muda dan masyarakat luas.

Sebagai penutup, sinergi antara MPD, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan Sampoerna Foundation menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas membutuhkan kerja sama, inovasi, dan kepedulian bersama. Setiap langkah strategis yang diambil membawa dampak positif bagi siswa, sekolah, dan masyarakat, serta membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih prestasi, cita-cita, dan masa depan yang lebih cerah.

Dengan demikian, langkah-langkah ini bukan sekadar program semata, melainkan investasi nyata bagi masa depan pendidikan Banda Aceh, yang menempatkan siswa sebagai pusat perhatian, dan seluruh elemen masyarakat sebagai pendukung keberhasilan pendidikan. [*]

Caption Foto:
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka seleksi beasiswa Sampoerna Foundation bagi siswa SMA/SMK di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait