Pembangunan jembatan ini menjadi langkah strategis untuk mengembalikan konektivitas wilayah yang sempat terputus akibat bencana alam. Jalur tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian, mobilitas pelajar, serta akses layanan kesehatan.
Widget Artikel Samping
Kegiatan ini melibatkan personel Kodim 0106/Aceh Tengah bersama Yonzipur 16/Dhika Anoraga yang memiliki keahlian di bidang konstruksi. Seluruh personel bekerja secara terkoordinasi dengan penuh dedikasi dan semangat gotong royong demi memastikan pembangunan dapat selesai tepat waktu.
Untuk mempercepat proses pengerjaan, sejumlah alat berat turut dikerahkan ke lokasi, di antaranya excavator, bulldozer, dan dump truck. Namun, di lapangan sempat ditemukan kendala teknis berupa kerusakan pada dump truck akibat ban pecah, sehingga sementara waktu belum dapat digunakan.
Meski menghadapi hambatan, proses pembangunan tetap berjalan. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada perakitan rangka utama jembatan serta pembangunan abutment di sisi tepi sebagai penopang struktur.
Sertu Sopiyan, salah satu personel di lapangan, menyampaikan bahwa seluruh anggota Satgas terus berupaya maksimal demi percepatan pembangunan.
“Kami berkomitmen menyelesaikan jembatan ini secepat mungkin agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Ini merupakan wujud pengabdian TNI dalam membantu kesulitan rakyat,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari masyarakat setempat. Umar, warga Desa Bergang, mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Jembatan ini sangat penting karena selama ini aktivitas kami terganggu akibat akses yang terputus,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Rudi, warga lainnya, yang berharap pembangunan segera rampung agar aktivitas masyarakat kembali normal. Ia menuturkan bahwa selama ini warga harus menempuh jalur lebih jauh yang memakan waktu dan biaya tambahan.
Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat serta dukungan sarana yang memadai, pembangunan jembatan Bailey ini diharapkan dapat segera selesai sesuai target. Kehadiran jembatan tersebut nantinya tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian dalam menghadapi dampak bencana.
Pemulihan infrastruktur ini menjadi langkah penting dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak, sekaligus mendorong bangkitnya kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat secara bertahap.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News