Pemda Pidie Jaya Akui Program GSMS Berdampak Besar Pengembangan Kebudayaan

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud RI, Irini Dewi Wanti, SS, M.Sp, saat menghadiri Pementasan GSMS Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2024 di Gedung Chiek Pante Geulima, Selasa, 15 Oktober 2024.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

ACEH– Dihadiri Ratusan Pengunjung, Dua Kegiatan GSMS di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya Sukses di Gelar di Aceh. Program GSMS ini pun diakui oleh Pemerintah Daerah setempat berdampak besar untuk pengembangan kebudayaan.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menilai kehadiran Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang diinisiasi oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah membawa dampak yang sangat besar untuk pengembangan kebudayaan di Kabupaten Pidie Jaya.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Pj. Bupati Pidie Jaya melalui Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Bahron Bakti, ST, MT pada acara Pementasan GSMS Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2024 di Gedung Chiek Pante Geulima, Selasa, 15 Oktober 2024.

“Dengan adanya program GSMS ini siswa tidak hanya diajak untuk mempelajari seni secara teori, tetapi juga diberikan ruang untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui pementasan dan pameran yang dilaksanakan pada hari ini,” ujar Bahron Bakti.

Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya melalui Kabid Kebudayaan, Marzuan, S.Pd menerangkan program GSMS Kabupaten Pidie Jaya melibatkan 23 sekolah, 23 seniman, 23 asisten seniman, dan 450 peserta didik.

“Partisipasi ini memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya melalui berbagai bentuk kesenian, termasuk Rateb Meuseukat, Zikir Maulid, Kaligrafi Kontemporer, Seudati, Rapa’i Geleng, serta berbagai tarian kreasi baru, musik garapan, seni lukis, dan seni kriya,” jelas Marzuan.

Marzuan melanjutkan, selain dukungan dari Kementerian, pihaknya juga melaksanakan kegiatan GSMS di 20 sekolah yang melibatkan 20 seniman, 20 asisten seniman. serta 400 peserta didik. Berbagai jenis kesenian daerah seperti Meurukon, Ratoh Jaroe. Tarek Pukat, Likok Pulo, Zikir Maulid, Musik Rebana, Seni Rupa Kaligrafi, Kriya Kayu, Kriya Anyam, hingga Seni Grafis Media Cetak Sablon turut menjadi bagian dari pendidikan seni ini.

“Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis siswa dalam berkesenian, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya Aceh dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya memperkaya pemahaman dan apresiasi terhadap budaya lokal dan nasional,” tutur Marzuan.

Program GSMS memiliki peran sangat penting dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Aceh. Dengan melibatkan para seniman secara langsung dalam pendidikan. program ini membantu generasi muda untuk lebih memahami dan menghargai kekayaan budayanya sendiri.

Berbagai karya seni pun ditunjukkan pada dua acara tersebut dengan dihadiri ratusan pengunjung dari berbagai sekolah. GSMS menjadi terobosan baru mengembangkan bakat siswa dibidang seni, memberikan ruang bagi seniman untuk berkarya, melestarikan khasanah seni budaya daerah, dan memperkuat karakter peserta didik.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud RI,
Irini Dewi Wanti, SS, M.Sp, kurangnya tenaga pengajar seni yang kompeten di sekolah-sekolah menjadi sebuah tantangan tersendiri sehingga materi pendidikan kesenian yang diterima siswa menjadi tidak optimal.

“Salah satu tantangan terbesar adalah banyak sekolah yang tidak memiliki guru seni dengan latar belakang atau pengalaman yang cukup di bidang ini. Untuk mengatasi hal tersebut, kami berinisiatif melibatkan seniman lokal untuk langsung mengajar siswa di sekolah,” ujar Irini.

Irini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyukseskan program ini. Sinergi yang telah terjalin baik diharapkan terus berlanjut untuk memastikan keberlanjutan GSMS di masa mendatang.

“Kami berharap sinergi ini tetap berjalan, karena GSMS bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi tolak ukur penting bagi Kementerian dalam memajukan seni dan budaya di daerah. Kami juga berharap karya seni dari siswa-siswa di Kabupaten Pidie Jaya akan semakin baik dan bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional,” tambah Irini.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait