Rencana ini disampaikan Bupati Aceh Barat, Tarmizi, yang menyebut kebijakan tersebut akan mulai disosialisasikan kepada seluruh ASN setelah masa libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Widget Artikel Samping
“Kebijakan ini akan mulai disosialisasikan usai libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha,” ujar Tarmizi, sebagaimana dilansir Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurut Tarmizi, program tabungan kurban itu diproyeksikan mulai berjalan pada Juni atau Juli 2026, sehingga para ASN memiliki waktu cukup untuk menabung hingga pelaksanaan Idul Adha 2027. Saat ini jumlah ASN di lingkungan Pemkab Aceh Barat diperkirakan mencapai sekitar 6.000 orang.
Dalam skema yang dirancang pemerintah daerah, ASN nantinya akan dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk bergotong royong membeli hewan kurban. Setiap tujuh orang ASN direncanakan akan patungan membeli satu ekor sapi kurban.
Tarmizi menjelaskan, apabila harga seekor sapi diperkirakan sekitar Rp15 juta, maka biaya yang harus ditanggung masing-masing peserta sekitar Rp2,1 juta lebih. Dengan pembulatan angka, setiap ASN diproyeksikan menanggung biaya sebesar Rp2.150.000 per orang.
Agar tidak memberatkan, pembayaran dilakukan melalui sistem tabungan atau cicilan selama 11 bulan. Dengan demikian, setiap ASN cukup menyisihkan sekitar Rp200 ribu per bulan yang akan dipotong otomatis dari penghasilan bulanan mereka.
Menurut Tarmizi, pola seperti ini jauh lebih ringan dibandingkan harus mengeluarkan uang sekaligus dalam jumlah besar menjelang Hari Raya Idul Adha. Ia menilai, sebagian masyarakat maupun ASN kerap menghadapi kendala finansial ketika ingin berkurban karena biaya yang harus disiapkan dalam waktu singkat cukup besar.
“Kalau menunggu menjelang Lebaran Idul Adha tentu terasa berat karena nominalnya besar. Tetapi kalau dicicil sedikit demi sedikit, Rp200 ribu per bulan tidak terlalu terasa,” kata Tarmizi.
Lebih dari sekadar program administrasi keuangan, tabungan kurban ASN ini juga disebut memiliki nilai sosial dan religius. Selain menjadi bagian dari ibadah, hewan kurban yang nantinya disembelih diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan melalui pembagian daging kurban secara merata.
Bupati Aceh Barat menilai ASN sebagai bagian dari pelayan masyarakat perlu memberi teladan dalam semangat berbagi dan gotong royong, khususnya pada momentum Idul Adha yang sarat nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan kebersamaan.
Program tersebut juga diharapkan mampu membangun budaya perencanaan keuangan di kalangan ASN, terutama dalam menjalankan ibadah yang membutuhkan persiapan biaya cukup besar. Dengan sistem tabungan kolektif, pemerintah berharap partisipasi ASN dalam kurban dapat meningkat setiap tahunnya.
Tarmizi mengatakan rencana resmi program itu akan dipaparkan secara langsung kepada seluruh ASN saat kegiatan halalbihalal pasca libur Hari Raya Idul Adha.
“Nantinya rencana tabungan kurban ASN ini akan saya sampaikan secara resmi saat acara halalbihalal bersama ASN setelah libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha,” demikian Tarmizi.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News