Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Paris, Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis

Presiden RI Prabowo Subianto menerima penghormatan militer saat akan meninggalkan Bandara Orly, Paris, Jumat (29/5/2026), usai menuntaskan rangkaian kunjungan kenegaraan di Prancis. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Indonesia memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis dengan Prancis.

PARIS — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengakhiri rangkaian kunjungan kenegaraan di Paris, Republik Prancis, pada Jumat, 29 Mei 2026. Setelah menjalani sejumlah agenda strategis bersama pemerintah Prancis, Kepala Negara bersama delegasi terbatas bertolak kembali menuju Jakarta dari Bandara Orly, Paris.

Keberangkatan Presiden Prabowo dari ibu kota Prancis berlangsung dalam suasana penuh penghormatan dan simbol diplomatik yang kuat. Setibanya di area keberangkatan Bandara Orly, Presiden menerima penghormatan militer berupa pasukan jajar kehormatan yang terdiri atas 21 personel. Barisan pasukan berdiri rapi di sisi kiri dan kanan karpet merah, menandai penghormatan resmi pemerintah Prancis kepada pemimpin Indonesia tersebut.

Bacaan Lainnya
Ads

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh nuansa persahabatan antarnegara. Tampak hadir menyambut sekaligus melepas keberangkatan Presiden Prabowo sejumlah pejabat tinggi pemerintah Prancis, di antaranya Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri, Eléonore Caroit, serta Gubernur Militer Paris Jenderal Loïc Mizon.

Di bawah tangga pesawat, sejumlah pejabat diplomatik turut memberikan penghormatan terakhir sebelum keberangkatan Presiden menuju Tanah Air. Hadir di antaranya Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, serta Atase Pertahanan RI di Paris, Marsma TNI Hendra Gunawan.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis tidak hanya menjadi agenda diplomasi formal, tetapi juga momentum penting dalam mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis yang selama ini terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, perdagangan, pendidikan, investasi, hingga kerja sama teknologi dan energi.

Selama berada di Paris, Presiden Prabowo memulai agenda kenegaraan dengan menghadiri upacara penyambutan resmi di kompleks bersejarah Les Invalides. Upacara tersebut menjadi simbol penghormatan tinggi Pemerintah Prancis kepada tamu negara.

Setelah prosesi penyambutan, Presiden Prabowo melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara membahas berbagai peluang penguatan kerja sama strategis, termasuk stabilitas kawasan, investasi, pertahanan, dan penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis.

Hubungan hangat kedua negara juga tercermin dalam jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Macron di Salle des Fêtes, salah satu ruangan bersejarah di Istana Élysée. Jamuan tersebut menjadi bagian dari tradisi diplomatik tingkat tinggi sekaligus forum membangun komunikasi yang lebih erat di antara kedua negara.

Di tengah agenda diplomatik yang padat, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat Indonesia dan diaspora di Paris. Kehadiran Presiden di tengah warga negara Indonesia di luar negeri menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat, sekaligus mempererat hubungan pemerintah dengan komunitas diaspora yang selama ini berperan penting dalam memperkenalkan Indonesia di kancah internasional.

Kunjungan kenegaraan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global melalui diplomasi aktif dan hubungan bilateral yang produktif dengan negara-negara mitra di kawasan Eropa. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang saling menguntungkan, terutama di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.

Dalam penerbangan kembali ke Jakarta, Presiden Prabowo turut didampingi Menteri Luar Negeri, Sugiono, dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Berakhirnya kunjungan kenegaraan ini menandai babak baru penguatan hubungan Indonesia–Prancis yang diharapkan membawa dampak positif bagi kepentingan nasional, peningkatan investasi, kerja sama strategis, hingga perluasan peran Indonesia dalam percaturan internasional.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait