Banda Aceh – Gubernur Aceh, Mualem, menerima kunjungan silaturahmi tokoh nasional asal Aceh sekaligus pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Abdul Latief, bersama sejumlah tokoh Aceh lainnya dalam suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (29/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna tersebut menjadi momentum penting untuk bertukar pandangan mengenai arah pembangunan Aceh ke depan. Selain menjadi ajang mempererat tali silaturahmi pada momen Idul Adha, pertemuan itu juga diisi dengan diskusi strategis mengenai berbagai sektor yang dinilai penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Mualem menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang kuat antara pemerintah daerah dengan para tokoh Aceh, baik yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, kontribusi pemikiran, pengalaman, serta jejaring para tokoh sangat diperlukan untuk membantu Aceh menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
Salah satu topik utama yang menjadi perhatian dalam pertemuan itu adalah penguatan ekonomi daerah. Diskusi mengarah pada bagaimana Aceh dapat memperkuat sektor-sektor unggulan, meningkatkan daya saing daerah, serta membuka ruang investasi yang lebih luas untuk menciptakan lapangan kerja dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Sebagai tokoh nasional yang dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia usaha, Abdul Latief dinilai memiliki perspektif strategis mengenai pengembangan investasi dan pemberdayaan ekonomi. Kehadirannya dalam silaturahmi tersebut membawa semangat optimisme bahwa Aceh memiliki peluang besar untuk berkembang apabila potensi daerah dikelola secara maksimal dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Selain ekonomi dan investasi, pembahasan juga menyentuh upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang lebih inklusif. Pemerintah Aceh diharapkan dapat terus mendorong program-program yang berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat, mulai dari penguatan UMKM, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembukaan akses ekonomi bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Suasana Hari Raya Idul Adha yang identik dengan nilai pengorbanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial turut memberikan makna tersendiri dalam pertemuan tersebut. Momentum silaturahmi dinilai menjadi ruang untuk mempererat persatuan serta menyatukan gagasan demi kemajuan Aceh yang lebih baik.
Mualem menegaskan bahwa pembangunan Aceh membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk para tokoh yang memiliki pengalaman dan jejaring luas. Dengan semangat kebersamaan, Aceh diharapkan mampu melangkah lebih maju melalui pembangunan ekonomi yang kuat, investasi yang sehat, serta kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan silaturahmi di Meuligoe Gubernur Aceh itu sekaligus menjadi simbol bahwa komunikasi antara pemerintah dan tokoh-tokoh Aceh tetap terjaga dengan baik, terutama dalam membangun gagasan bersama demi masa depan daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.(**)






