Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Aceh Siti Rolijah, pejabat dari Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh Qifti Reza Kesuma, ST M.AP, serta para Kepala OPD terkait jajaran Pemkab Aceh Besar.
Widget Artikel Samping
Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi menjelaskan, pelatihan yang diikuti 20 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh itu berkat Kerjasama Disnakertrans Aceh Besar dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia tahun 2026.
“Program SMK Go Global ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran Indonesia yang trampil, disiplin, dan mendunia,” ungkap Rahmawati.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Aceh Besar, HM Ali mengatakan, Pemkab Aceh Besar mendukung dan mengapresiasi atas terselenggaranya pelatihan pengelasan Welder 3G Program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang digelar di UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Aceh Besar.
Program SMK Go Global ini akan terus didukung secara berkelanjutan oleh Pemkab Aceh Besar bersama OPD terkait.
Menurut M Ali, pelatihan pengelasan yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten di Aceh itu merupakan sebuah Langkah yang sangat positif dan strategis dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Aceh Besar.
Dikatakannya, tantangan dunia kerja saat ini semakin besar. Persaingan dalam mendapatkan pekerjaan semakin kompetitif. Dunia industry juga semakin membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tapi juga memiliki ketrampilan, kompetensi, sertifikasi, disiplin, etos kerja, kemampuan berbahasa asing, serta kemampuan untuk memenuhi standar kebutuhan industry.
“Karena itulah, pelatihan seperti ini sangat penting dan perlu diikuti oleh peserta dengan sangat serius,” papar M Ali.
Pada bagian lain, jelas M Ali, pelaksanaan pelatihan seperti ini menunjukkan pentingnya sinergi antara kementerian yang ada di Jakarta dengan Pemerintah Kabupaten untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, kepada peserta, Pemkab Aceh Besar mengharapkan mereka dapat mengikuti pelatihan secara serius dan sungguh-sungguh.
Apalagi, terbuka peluang bagi generasi muda untuk mendapat pekerjaan yang layak di luar negeri berkat dukungan kementerian terkait di Jakarta.
Lebih lanjut, HM Ali berharap kepada UPTD Balai Latihan Kerja Aceh Besar agar terus menjadi tempat yang mampu melahirkan tenaga SDM yang trampil, kompeten, dan siap menghadapi kebutuhan dunia industry. Juga dapat membangun karakter, kedisiplinan, dan kesiapan generasi muda untuk memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif seperti saat ini.
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Aceh Siti Rolijah juga menyampaikan harapan senada. Menurutnya, para peserta pelatihan harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mempersiapkan diri dan mengasah kemampuan serta skill yang ada, sehingga membuka peluang untuk dapat bekerja di industri yang terbuka lebar di luar negeri.
“Kemampuan berbahasa asing, disiplin yang tinggi, dan ketrampilan akan sangat mendukung suksesnya peserta yang berminat bekerja ke luar negeri. Ikutilah pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan serius,” pinta Siti Rolijah.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News