Upacara penutupan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal Z.A., M.Si., dan Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A. Kehadiran para pimpinan universitas ini memberikan suntikan motivasi tersendiri bagi para mahasiswa baru untuk menatap lembaran baru kehidupan akademik dengan penuh kesungguhan.
Widget Artikel Samping
Dalam arahannya, Ketua MWA USK Dr. Safrizal Z.A. mengingatkan para mahasiswa baru agar segera meninggalkan budaya masa SMA dan bersiap menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang kompetitif. Menurutnya, awal perkuliahan hari ini adalah titik tolak untuk meninggalkan budaya SMA dan membangun masa depan di tengah era disrupsi teknologi.
“Sebagian pekerjaan masa depan akan diambil alih oleh AI. Mahasiswa tidak perlu pencet sendiri, yang digerakkan oleh kemauan, keseriusan, dan kerja keras. Indonesia Emas ada di 2045, pada saat itu 64 juta akan mengisi pembangunan dan sebagian besar adalah adik-adik sekalian,” ujar Safrizal.
Menyoroti lanskap global, ia memaparkan data World Economic Forum – Future of Jobs Report bahwa akan ada 170 juta pekerjaan baru, di mana 92 juta di antaranya merupakan jenis pekerjaan yang bergeser atau tergantikan, dan hampir 40% keterampilan kerja akan berubah sampai 2030. Merujuk penelitian David Deming, pasar kerja semakin menghargai social skills seperti komunikasi, kolaborasi, koordinasi, dan kerja tim.
Ia berpesan agar mahasiswa menyadari bahwa pertanyaan utamanya bukan sekadar apakah mendapat pekerjaan, melainkan apakah kemampuan mereka tetap relevan. Teknologi boleh semakin pintar dan AI hanya akan menjadi co-pilot, tetapi manusia harus semakin bijaksana.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian akademik di perguruan tinggi saja tidaklah cukup untuk menghadapi persaingan global di masa depan. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk aktif berorganisasi, membangun jejaring, serta menempa karakter yang jujur dan berintegritas.
“Pertanyaannya, apa yang kalian bangun selama beberapa tahun kuliah? Mencari ijazah? Prestasi? Itu penting. Tapi itu semua tidak cukup. Maka gelar akan membawa kalian ke pintu pertama, seterusnya adalah karakter dan kompetensi yang akan membawa Anda ke tahap sukses berikutnya,” tegasnya.
Sebelum menutup arahannya, Safrizal menitipkan lima pesan penting kepada para mahasiswa baru: pertama, jangan hanya menjadi mahasiswa pintar, tetapi jadilah mahasiswa yang dapat dipercaya; kedua, jangan hanya mengejar gelar, melainkan bangun kemampuan; ketiga, jangan takut kepada AI, kuasailah teknologi tetapi jangan kehilangan kemampuan berpikir; keempat, jangan melihat Aceh hanya sebagai tempat tinggal, melainkan lihatlah Aceh sebagai tempat yang membutuhkan karya kalian; dan kelima, jangan kehilangan hati, karena pendidikan yang tinggi seharusnya membuat seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih peduli, dan lebih bermanfaat.
Safrizal turut berpesan agar mahasiswa senantiasa berani bersaing, tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) dengan membangun hobi yang menunjang target serta menjaga portofolio dan rekam jejak yang bersih. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk bangga mengenakan almamater hijau USK.
“Banggalah berbaju almamater hijau USK. Dari mana pun Anda berasal, baik Aceh atau luar Aceh yang memilih kampus ini, jadikan USK sebagai kebanggaan. Kejar prestasi setinggi-tingginya, berani bersaing dengan kampus yang ada di seluruh Nusantara ini,” pesan Safrizal.
Senada dengan hal tersebut, Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan bahwa USK berkomitmen penuh untuk mendampingi para mahasiswa baru dalam bertransformasi menjadi insan akademik yang adaptif, inovatif, dan berakhlak mulia.
“USK bukan sekadar tempat menimba ilmu teori di ruang kelas, melainkan kawah candradimuka tempat menguji ketahanan mental, membangun jejaring, dan mengasah kepekaan sosial. Manfaatkan setiap fasilitas dan kesempatan yang ada di kampus ini untuk menempa diri menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing global,” ujar Prof. Mirza.
Rangkaian penutupan Pakarmaru 2026 yang diwarnai oleh kreativitas atraksi paper mop ini sekaligus menjadi simbol solidaritas dan semangat kebersamaan. Dengan tuntasnya kegiatan ini, ribuan mahasiswa baru USK kini siap melangkah ke ruang-ruang kuliah untuk memulai perjalanan intelektual mereka di kampus jantung hatinya rakyat Aceh.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News