Pengolahan PMT Berbasis Bahan Lokal

Pengolahan PMT Berbasis Bahan Lokal
Rangkaian pengabdian kepada masyarakat (PKM) tim dosen lintas fakultas Universitas Syiah Kuala (USK) di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, memasuki tahap akhir melalui kegiatan edukasi dan praktik Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Lansia Desa Rumpet pada Senin (27/7/2026). foto/ist
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

#Tim USK Bekali Kader Posyandu Lansia Desa Rumpet

ACEH INDEPENDENT,  Rangkaian pengabdian kepada masyarakat (PKM) tim dosen lintas fakultas Universitas Syiah Kuala (USK) di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, memasuki tahap akhir melalui kegiatan edukasi dan praktik Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Lansia Desa Rumpet pada Senin (27/7/2026).

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Program ini merupakan pelatihan keempat dari rangkaian besar bertema “Pemberdayaan Kader melalui Penguatan Community-Based Support System untuk Mewujudkan Lansia Mandiri di Desa Rumpet Kabupaten Aceh Besar.” Setelah tiga pelatihan sebelumnya membekali kader dengan pendampingan holistik, manajemen obat, dan pemeriksaan kesehatan dasar, kegiatan kali ini berfokus pada pemenuhan gizi lansia melalui bahan pangan yang mudah didapat di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, kader Posyandu Lansia Desa Rumpet diajak mempraktikkan langsung pembuatan menu PMT dari bahan-bahan lokal berpotensi gizi tinggi. Mulai dari sumber protein dan zat besi dari kacang hijau dan telur, kalsium serta vitamin dari susu, hingga zat besi, kalsium, dan antioksidan dari daun kelor. Tim pengabdian mendampingi proses dari pengolahan hingga penyajian agar ramah bagi lansia dengan keterbatasan mengunyah atau penurunan nafsu makan.

Ketua Tim Pengabdian, Ns. Zulkarnaini, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa pemanfaatan bahan lokal menjadi kunci penting agar kemandirian masyarakat tetap terjaga setelah program berakhir.

“Makanan tambahan yang lunak, bergizi, dan berbahan lokal seperti ini menjadi solusi yang praktis dan terjangkau bagi keluarga maupun kader di desa. Harapannya, menu ini bisa terus dibuat secara mandiri oleh kader dan keluarga setelah program PKM ini berakhir,” ujar Zulkarnaini.

Kegiatan ini turut didampingi oleh pakar keperawatan gerontik Ns. Dara Febriana, M.Sc., Ph.D., pakar farmasi apt. Rena Meutia, S.Farm., M.Si., bersama mahasiswa Fakultas Keperawatan USK, yaitu Yusri Haflina Nazri, Syarifah Bainatun Nadia, dan T. Agung Ayomi.

Dengan berakhirnya rangkaian pelatihan yang telah berjalan sejak akhir Juni 2026 ini, Tim PKM USK berharap seluruh materi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Dengan berakhirnya rangkaian pelatihan ini, kami berharap kader kesehatan Gampong Rumpet dapat terus menerapkan seluruh materi yang telah diperoleh, mulai dari pendampingan holistik, manajemen obat, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pemenuhan gizi berbasis bahan lokal, secara mandiri dan berkelanjutan demi mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Zulkarnaini.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait